Prodigit1 qr-code-url Prodigit2

6215513453880265265

Sharing Dharma (ShaDhar) berbagi Sembako oleh HinduKupang.com Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Bulan Purnama Sasih Sadha 10 Juni 2025, di Keluarga Dharmika Bapak I Gusti Bawa, berjumpa dengan Ida Bhawati I Made Suaba Aryanta, di Kebun Taebenu Baumata Kupang NTT.

HinduKupang.com, NTT — Aksi Kemanusiaan Hindu Kupang Warnai Purnama Juni 2025. Hindu Kupang menggelar aksi sosial bertajuk Sharing Dharma (ShaDhar) Pawongan bertepatan dengan Bulan Purnama Sasih Sadha pada 10 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan Dharma kemanusiaan, menyasar umat Hindu yang membutuhkan, seperti janda, keluarga disabilitas, dan para penganut Hindu Dharmika (Penganut Hindu pemula) yang hidup dalam keterbatasan.

Momentum Bulan terang "Purnama" serta Matahari (Surya) menuju "Uttarayana" Jadi Landasan Spiritualitas kegiatan kemanusiaan Hindukupang.com yang mengikuti petunjuk "Nature code" Kode AlamNYA sesuai Sastra Tattwa Pustaka Suci Hindu "Sarasamuccaya" dalam beramal sedekah.

6215513453880265292

Sumber BMKG : Garis Balik Utara (GBU) = God Bless Us (GBU), Uttarayana (Pustaka Suci Sarasamuccaya)

Kegiatan Aksi Kemanusiaan berbagi Sembako Hindukupang.com ini digelar pada masa "Uttarayana", saat matahari bergerak ke belahan bumi utara dari garis khatulistiwa. Dalam ajaran Hindu, dan Pustaka Suci Hindu Sarasamuccaya, pada Sloka 181-183 , kemudian Sloka 187-189, sangat jelas dan tegas aturan dalam beramal sedekah.

Sarasamuccaya ≈ Sa Rasa Kamu Harus Percaya 
pada Sloka 183,

Bahasa Sanskerta :
ayaneșu ca yaddattarin şadacitimukhesa ca, candrasüryoparáge ca visuve ca tadakşayam

Jawa Kuno :
Nyang cubhakala, pratyekanya, hana dakainayana ngaranya, tambe sang hyang ädityängidul, hana uttarayana ngaranya, tambe sang byang adityängalor, hana sadasitimukha ngaranya, somagraha, suryagraha, wisuwakala wisu kunang, ikang wastu dānākéna ri kāla samangkana, atisaya rakwa bhärani phalanika.

Artinya :
Inilah perincian waktu yang baik ada yang disebut daksinayana, waktu matahari mulai berkisar ke arah selatan; uttarayana, waktu mulai matahari ke arah utara; ada yang bernama saat menjelang sadaciti mukha, saat gerhana bulan atau gerhana matahari; juga waktu baik yaitu ketika matahari berada di khatulistiwa (wisuwakala); sesuatu barang yang disedekahkan pada waktu itu, bukan alang kepalang besar pahalanya.

6215513453880265293

6215513453880265294

6215513453880265295

6215513453880265296

"Uttarayana Jadi Momentum Berbagi, Hindu Kupang NTT Salurkan Sembako dan Spiritualitas" , Perpaduan aspek astronomis keagamaan dengan aksi sosial.

Periode "Waktu" Beramal dalam Sloka 181-190 Pustaka Suci Hindu Sarasamuccaya oleh Bhagawan Wararuci, ini dipercaya dan diyakini umat Hindu sebagai waktu terbaik untuk berbagi, bersedekah, dan menebar kebajikan. Ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kasih sayang sesama dalam wujud spiritualitas yang lebih dalam dan penuh makna.

6215513453880265260

"ShaDhar Purnama : Hindu Kupang Tebar Kasih di Tengah Keterbatasan" , momen Bulan Purnama dan aksi nyata kepada umat Hindu yang membutuhkan.

Bantuan Sembako serta Dupa Sebagai Wujud Kasih disalurkan melalui berbagai donatur yang turut berpartisipasi bersama Hindukupang.com. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok seperti beras 10 kilogram, minyak goreng 2 liter, minyak goreng tambahan 1 liter, satu papan telur ayam, dan Dupa untuk sembahyang. Semua bantuan ini dimaksudkan untuk meringankan beban para keluarga Hindu yang tengah berjuang dalam keterbatasan.

6215513453880265266

Dharmika Hindu Kupang sedang "Mejejahitan" Merangkai Bunga dan Wangi Daun Pandan, Canang Sari dan Buat Kwangen untuk SembaHyang sore hari Bulan Purnama Sasih Sadha 10 Juni 2025.

6215513453880265261

"Dari Dharma untuk Sesama : Bantuan Hindu Kupang Sentuh Umat Marginal" , Kepedulian dan Semangat Pelayanan Dharma dalam bentuk bantuan nyata kepada umat kecil.

Tujuh Keluarga Penerima Bantuan terpilih melalui informasi media Hindukupang. Adapun Tercatat tujuh kepala keluarga menerima bantuan ini, antara lain keluarga Bapak Wayan Sutama di Liliba, keluarga I Gusti Bawa dan Ibu Tutut Wati di Taebenu Baumata, serta Ibu Yuliana seorang janda yang menjaga tanah Banjar Dharma Agung Kupang di Lasiana. Juga keluarga Bapak Nyongki (Tim BorBor) atau tim krematorium Hindu yang berprofesi ojek online Grab Bike, serta juga Ibu Agung Rai, janda yang seorang diri masih bertahan menjadi pemeluk Hindu di Kelapa Lima walaupun beberapa anaknya sudah menikah dan beralih keyakinan.

Kemudian Bantuan juga disalurkan kepada Disabilitas Hindu dan Pekerja Swasta di Lapangan pun Tak Dilupakan. Bantuan juga menyasar keluarga Bapak Eka Kurniawan, seorang disabilitas Hindu di Alak, serta Bapak Nyoman Simpen, ojek online Maxim Hindu yang berdomisili di Belo, Kolhua. Mereka adalah simbol perjuangan umat yang tetap teguh dalam Dharma meskipun berada dalam kondisi yang serba sulit.

6215513453880265262

"Solidaritas Tanpa Nama : Donatur Hindu Kupang Bergerak untuk Umat Dharmika" , Fokus pada nilai keikhlasan dan kerja kolektif untuk kepedulian Umat.

Kegiatan aksi kemanusiaan ini dengan dukungan para Donatur Tanpa Pamrih melalui bersama Hindukupang. Dana bantuan diperoleh dari berbagai donatur yang memilih untuk tidak disebutkan namanya. Para dermawan ini percaya bahwa amal terbaik adalah yang dilakukan tanpa pamrih dan tanpa harus diketahui banyak orang apalagi para donatur juga tidak mau disebut namanya. Semangat berbagi ini mencerminkan nilai-nilai luhur dalam ajaran Hindu.

Penyaluran Berlangsung dari Pagi Hingga Petang pada 10 Juni 2025. Penyaluran bantuan dilakukan sepanjang hari, mulai pukul 09.00 hingga 18.30 WITA. Tak hanya distribusi sembako, kegiatan juga diisi dengan penguatan kerohanian dan "Sharing Dharma" untuk memberikan semangat hidup kepada para penerima bantuan.

6215513453880265268

Tanah Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK) di Lasiana, dan Penjaga Ibu Yuliana bersama Anaknya Wayan Nurchana

6215513453880265267

ShaDhar : Berbagi Dharma dan Kasih, 
Konsep "ShaDhar" atau "Sharing Dharma menjadi inti kegiatan Hindukupang.com di Ibukota Provinsi NTT ini. Tidak hanya berbagi materi, tetapi juga menyebarkan kebijaksanaan, semangat, dan dukungan spiritual kepada umat Hindu Dharma. Ini adalah bentuk sedekah spiritual yang memberi manfaat lebih luas dan mendalam.

Panggilan Kepedulian bagi Semua Organisasi dan Lembaga Hindu di Kupang maupun NTT.
Kegiatan ini menjadi panggilan moral bagi semua organisasi dan lembaga Hindu, baik di Kupang maupun Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk lebih peka dan proaktif mendeteksi kondisi keumatan di masyarakat, agar tidak ada umat yang terabaikan dalam kesulitan hidup.

6215513453880265263

Sedekah Bukan Hanya Materi.
Penyaluran bantuan melalui Hindukupang.com menegaskan bahwa bantuan tidak selalu dalam bentuk uang. Sedekah bisa berupa bahan makanan, dukungan moral, tenaga, waktu, bahkan hanya dengan mendengarkan keluh kesah umat. Ini adalah bentuk-bentuk cinta kasih yang harus terus dijaga dan dibudayakan.

Permasalahan "Pawongan" Umat Hindu di Kupang dan NTT pun Masih Banyak, Realita di lapangan menunjukkan masih banyak permasalahan *Pawongan* (hubungan antar manusia) umat Hindu di Kupang dan sekitarnya. Kesadaran kolektif sangat dibutuhkan agar persoalan umat dapat diselesaikan sejak dini, langsung dari akar rumput, dan menjadi Tugas Bersama Para Pengurus Organisasi Umat Hindu di Kupang dan NTT.

6215513453880265264

Hindukupang.com : Penyaluran Sembako kepada Keluarga Dharmika Bapak Wayan Sutama di LiLiba (Foto Atas), Keluarga Dharmika Bapak Nyongki - oesapa, Tim BorBor Krematorium Hindu di Kupang (Foto Tengah), dan Keluarga Ibu Agung Rai (Janda Hindu) di Kelapa Lima Kota Kupang NTT (Foto Bawah), 10 Juni 2025.

6215513453880265269

6215513453880265270

Tanggung jawab besar ini tidak bisa hanya ditanggung satu pihak. Semua elemen Pengurus Organisasi umat Hindu, dari Lembaga, Pura, organisasi , pemuda, hingga lembaga keagamaan Hindu, memiliki peran penting untuk saling bahu membahu dalam membantu sesama, dalam sisi Pawongan, Sudah Cukup Parahyangan dengan upacara puluhan bahkan ratusan juta, namun sisi kepedulian Pawongan, hubungan sesama manusia masih banyak yang terabaikan, bahkan cenderung tak terdeteksi dan tak pernah mengetahui kondisi umat Hindu di level terbawah. Maka tak heran kondisi ekonomi terjepit, hingga berbagai permasalahan dan desakan depresi yang terakumulasi menjadi penyebab dari banyaknya kasus Ulah Pati "Bunuh Diri" terjadi dan harus segera diantisipasi berbagai pihak. Sebagai para pengurus Organisasi dan lembaga Hindu di Kupang dan NTT harus lebih sering turun melihat kondisi umat Hindu yang masih banyak sekali memerlukan bantuan dan siraman kerohanian agar mereka tidak kekeringan dan dahaga kehausan dalam memperoleh siraman Tattwa , dan etika susila dalam berupacara yadnya yang tulus dan ihklas (Lascarya).

6215513453880265273

Keluarga Dharmika Bapak Eka Kurniawan, Disabilitas Hindu, di Alak Kota Kupang NTT
Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

6215513453880265272

Peliharaan usaha ternak Bebek, Keluarga Bapak Eka Kurniawan (Disabilitas Hindu), dan Juga Usaha Laundry Rumahan di Alak Kota Kupang NTT

6215513453880265271

Sarasamuccaya : Petunjuk Luhur dalam Beramal
Di Dalam kitab suci Sarasamuccaya, disebutkan bahwa sedekah dan beramal adalah jalan utama menuju kebahagiaan sejati. “Di dunia ini tiada tempat berbuat Dharma yang tak menghasilkan kebahagiaan.” Maka dari itu, berbagi adalah jalan menuju kebebasan rohani dan kebahagiaan sejati, baik bagi pemberi maupun penerima.(*OMTatSat/RyGuN)

Sumber dan Foto : Hindukupang.com / Guntara

6215513453880265274

Hindukupang.com : Keluarga Dharmika Bapak I Nyoman Simpen, di Belo Kolhua Kota Kupang NTT,
Kak Guntara, Bersama Ojek Online Bapak Made Wawan Grab Bike dan Bapak Nyoman Simpen Maxim Hindu Kupang NTT.

6215513453880265275

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Kolaborasi PHDI NTT, WHDI NTT dan Dinas Kesehatan NTT Ratusan Umat Hindu Hadir di Aula El Tari Komitmen Bergerak Bersama Melawan Gizi Buruk, Edukasi Stunting dan Pentingnya Kesehatan Jiwa Sejak Dini

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi 2025 Kupang Ibukota NTT Hadirkan Pentas Seni Budaya, Refleksi, Pelayanan "Manawa Sewa, Madhawa Sewa", Dan Inspirasi Pancasila Dari Timur Nusantara

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Upacara Tawur Kesanga 2025 Dan Pawai 7 Ogoh-Ogoh Meriahkan Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 Di Kota Kupang NTT

Baca Juga : Rangkaian Kegiatan Nyepi Tahun Baru Saka 1947 di Kota Kupang Tahun 2025

Baca Juga : Upacara Melasti 2025 Umat Hindu Kupang Gelar Ritual Penyucian Sambut Datangnya Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947

Baca Juga : Sambut Nyepi Tahun Saka 1947 Umat Hindu Kota Kupang NTT Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan Dalam Semangat "Manawa Sewa, Madhawa Sewa"

Hindu Kupang PEKA Peduli Kasih

"Manawa Sewa , Madhawa Sewa , Melayani Sesama, Melayani Tuhan : Aksi Hindu Kupang PEKA (PeduLi Kasih) untuk Kemanusiaan" (25 Mei 2025)

HinduKupang.com - NTT, Ajaran luhur dalam Agama Hindu yang dikenal sebagai "Tri Hita Karana" kembali diwujudkan dalam bentuk nyata oleh umat Hindu di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tiga pilar kehidupan Ajaran Hindu Dharma yang mencakup "Parahyangan" yaitu hubungan manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan yang Maha Kuasa, "Pawongan" hubungan manusia dengan sesama dalam kemanusiaan, dan "Palemahan" hubungan manusia dengan lingkungan serta alam semesta, menjadi landasan utama dalam gerakan kepedulian kemanusiaan yang digelar pada 23-25 Mei 2025.

Kegiatan sosial yang dilakukan "Hindu Kupang PEKA (Peduli Kasih)" ini menggugah banyak pihak turut berpartisipasi dari berbagai organisasi keumatan seperti Pengurus Pengempon Pura Agung Giri Kertha Bhuwana, Warga Tempekan Alak dan Pengempon Pura Mandala Natha, Donasi Warga Tempekan Oebufu, dan Hindu Peduli Kemanusiaan, kemudian Donasi Penyelenggara Hindu Kota Kupang dan staf pegawai, serta Donasi yang terhimpun pada Whatsapp group Media Hindukupang.com. Mereka bersama-sama menyalurkan bantuan kepada salah satu keluarga umat Hindu yang sedang mengalami kesulitan di wilayah Alak, Kota Kupang.

Hindu Kupang PEKA Peduli Kasih2

"Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan : Hindu Kupang Wujudkan Tri Hita Karana"
Menekankan perlunya keseimbangan antara ritual keagamaan dan kepedulian sosial.

Penerima bantuan adalah Keluarga Bapak I Putu Eka Kurniawan (39tahun), seorang penyandang disabilitas yang kehilangan kedua tangannya akibat amputasi. Ia tinggal bersama istrinya Ibu Hodijah atau Dina (seorang Dharmika asal Bogor), bersama tiga anaknya yang masih SD, SMP dan SMA yakni Gede Prana, Kadek Ghisyia Maharani, Komang Caitanya. Kondisi keluarga ini ditopang oleh usaha Laundry yang dijalankannya bersama istri, namun saat ini istrinya menjalani operasi kesehatan di Rumah Sakit Tentara (RST) Wira Sakti Kupang dan sudah pulang serta sedang dalam masa pemulihan di rumah.

Bentuk bantuan yang disalurkan Media "Hindu Kupang PEKA (Peduli Kasih)" ini berupa uang donasi, sembako seperti beras sebanyak tiga (3) karung (masing-masing 5kg dan 10kg), serta telur. Bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan beban ekonomi keluarga yang kini masuk dalam daftar warga Tempekan (sektor) Alak, wilayah komunitas umat Hindu setempat. Hindu Peduli Kemanusiaan juga menyalurkan donasi uang sebesar 1.058.000, dan dari Pengempon Pura Agung Giri Kertha Bhuwana  serta Ketua Tempekan Oepura Sikumana juga memberikan bantuan donasi uang, kepada keluarga penerima bantuan.

Hindu Kupang PEKA Peduli Kasih3

"Dari Donasi hingga Pustaka Suci : Wujud Aksi Hindu Kupang PeKa (PeduLi Kasih) untuk Umat Hindu"
Dukungan bantuan kemanusiaan, hingga spiritual (Jnana Yadnya).

Semangat pengabdian yang melandasi aksi ini tercermin dalam Filsafat Tattwa Ajaran Hindu Dharma : “Manawa Sewa, Madhawa Sewa” melayani sesama manusia berarti juga melayani Tuhan. Nilai ini menjadi fondasi bagi gerakan sosial insidentil yang muncul dari kepedulian terhadap kondisi umat yang membutuhkan uluran tangan.
Manawa Sewa , Madhawa Sewa , melayani sesama dalam kemanusiaan sama dengan melayani Tuhan, adalah hal yang patut dilaksanakan dalam segala kehidupan sosial kemasyarakatan. Hal ini tercermin dalam wujud aksi nyata, secara insidentil, karena melihat kondisi umat Hindu yang memerlukan bantuan kemanusiaan, seperti yang selama ini terlaksana adanya Donor Darah ke PMI, maupun membantu sesama dalam kehidupan sosial.

Media Hindukupang.com dalam wawancara singkat bersama penerima bantuan Bapak I Putu Eka Kurniawan sekeluarga, menyampaikan limpah terima kasih atas segala bantuan yang telah diberikan kepada Umat Hindu yang sangat memerlukan bantuan dalam bentuk sembako, serta uang donasi (dana punia) dari semua pihak yang secara ikhlas turut membantu kemanusiaan.

Selain kegiatan distribusi bantuan, tim HinduKupang.com yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga melakukan Sharing Dharma (ShaDhar) Hindu Kupang dengan keluarga penerima bantuan. Bapak I Putu Eka Kurniawan dan keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas segala bantuan yang diberikan, serta berharap semangat solidaritas ini terus berlanjut dalam membantu umat Hindu lainnya yang membutuhkan.

"To Govern is To Serve" , Memimpin adalah Melayani, serta lebih Peka terhadap berbagai kondisi permasalahan keumatan umat Hindu di kota Kupang maupun Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan berbagai Dinamika Sosial yang ada bahkan jarang terungkap ke permukaan.

Momen ini juga menjadi refleksi bagi umat Hindu di Kupang maupun Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menyeimbangkan aspek "Parahyangan dan Pawongan". Sering kali, banyak Pihak berfokus pada pelaksanaan upacara Yadnya dengan biaya besar bisa puluhan juta bahkan ratusan juta, namun lupa akan kebutuhan dasar dan kemanusiaan sisi "Pawongan" hubungan sesama manusia dalam kemanusiaan di sekitar mereka. Kepedulian terhadap sesama adalah bagian esensial terpenting dari pelaksanaan Ajaran Hindu Dharma.

Sudah saatnya sisi Parahyangan dengan berbagai upacara yadnya puluhan bahkan ratusan juta, diseimbangkan dengan Pawongan menolong sesama yang memerlukan bantuan ekonomi, sebagai wujud membantu sesama dari sisi kemanusiaan.
Begitupun sisi Palemahan, menjaga ekosistem kebersihan lingkungan sekitar dan alam semesta agar harmoni dan seimbang.

Demikian pula, aspek "Palemahan" atau pelestarian ekosistem lingkungan tidak boleh diabaikan. Tri Hita Karana menekankan keseimbangan antara Tuhan, sesama Manusia, dan harmoni lingkungan alam semesta. Dalam praktik nyata, hal nyata ini bisa diterapkan lewat kegiatan menjaga kebersihan lingkungan, penghijauan, dan aksi ramah lingkungan lainnya.

Prinsip Guru Wisesa Kota Kupang “To Govern is To Serve” atau “Memimpin adalah Melayani” ditekankan dalam gerakan ini. Tokoh-tokoh umat Hindu, pemimpin organisasi keumatan Hindu di Kupang maupun NTT, dan pengurus lembaga keagamaan Hindu diharapkan lebih peka terhadap persoalan sosial di tengah umat, terutama yang hidup dalam kondisi sulit, namun kerap luput dari perhatian publik.

Pemimpin umat Hindu di Kupang dan NTT dihimbau untuk tidak hanya menunggu laporan, tetapi aktif turun langsung ke lapangan, mendeteksi kondisi umat yang membutuhkan, dan segera bertindak nyata. Ketepatan dan kecepatan respons menjadi kunci dalam membantu umat yang berada dalam kondisi darurat sosial ekonomi.

Hindu Kupang PEKA Peduli Kasih1

Setelah kegiatan penyaluran bantuan, Media HinduKupang.com , melalui admin Sdr.Guntara juga melaksanakan "Jnana Yadnya" berupa pemberian "Pustaka Suci Hindu Sarasamuccaya" (terbitan Dirjen Bimas Hindu Pusat) kepada keluarga Hindu Bapak I Putu Eka Kurniawan. Pustaka Suci Sarasamuccaya itu diterima oleh anak beliau yang masih SMP, Sdri.Ghisyia, yang menyambutnya dengan antusias, dengan tatapan matanya yang lembut dan senyum ceria, sebagai simbol semangat belajar ajaran Hindu Dharma (Masa Brahmacari) dan harapan baru dari kedua orangtuanya.

Pustaka Suci Hindu Sarasamuccaya juga diberikan kepada Pinandita (Mangku) Bapak I Ketut Nerdon, seorang pemangku agama Hindu di Kupang. Beliau menyatakan bahwa pemberian Pustaka Suci Veda "Sarasamuccaya" tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan spiritual umat, dan menjadi bagian dari pelaksanaan "Yadnya dalam bentuk ilmu pengetahuan keagamaan".

Kegiatan Hindu Kupang PEKA (Peduli Kasih) ini membuktikan bahwa berbagi tidak hanya sekadar memberikan materi, tetapi juga membawa harapan, pengetahuan, dan kasih. Seperti petunjuk Pesan Semesta (Nature Code) dalam berbagai momentum : “Berbagi kebaikan selalu membawa keberuntungan. God Bless Us (GBU), Uis Neno Nokan Kit, Tuhan Memberkati Kita Semua. Rahayu, OM Tat Sat.”(Hindukupang.com)

Sumber Narasi : Hindukupang.com / Kak Guntara

Foto : Bapak I Nengah Pustaka, Ibu Ni Nyoman Yuliani, RyGuN

 

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

 

Baca Juga : Kolaborasi PHDI NTT, WHDI NTT dan Dinas Kesehatan NTT Ratusan Umat Hindu Hadir di Aula El Tari Komitmen Bergerak Bersama Melawan Gizi Buruk, Edukasi Stunting dan Pentingnya Kesehatan Jiwa Sejak Dini

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi 2025 Kupang Ibukota NTT Hadirkan Pentas Seni Budaya, Refleksi, Pelayanan "Manawa Sewa, Madhawa Sewa", Dan Inspirasi Pancasila Dari Timur Nusantara

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Upacara Tawur Kesanga 2025 Dan Pawai 7 Ogoh-Ogoh Meriahkan Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 Di Kota Kupang NTT

Baca Juga : Rangkaian Kegiatan Nyepi Tahun Baru Saka 1947 di Kota Kupang Tahun 2025

Baca Juga : Upacara Melasti 2025 Umat Hindu Kupang Gelar Ritual Penyucian Sambut Datangnya Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947

Baca Juga : Sambut Nyepi Tahun Saka 1947 Umat Hindu Kota Kupang NTT Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan Dalam Semangat "Manawa Sewa, Madhawa Sewa"

DinkesNTT8

Kolaborasi Dinas Kesehatan NTT, Edukasi Kesehatan Bersama PHDI NTT dan WHDI NTT : Tangani Stunting dan Depresi Sejak Dini, 21 Mei 2025 Gedung Aula El Tari Kantor Gubernur NTT (Sumber Foto : I Putu Agus Indrawan)

HinduKupang.com - NTT, Suasana penuh antusias terlihat di Aula Gedung El Tari, Kantor Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pagi ini , 21 Mei 2025 Jam 08:00-12:00WITA. Sekitar 200 peserta umat Hindu Kupang berbagai organisasi dan lembaga Hindu di Kota Kupang dan Provinsi NTT hadir di dalam kegiatan bertajuk “Edukasi Masalah Kesehatan tentang Gizi Buruk, Stunting, dan Penyakit Menular bagi Masyarakat”, yang diselenggarakan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang dan PHDI Provinsi NTT bersama Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Kupang dan Provinsi NTT, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

DinkesNTT9

Kolaborasi Dinas Kesehatan NTT, Edukasi Kesehatan Bersama PHDI NTT dan WHDI NTT : Tangani Stunting dan Depresi Sejak Dini, 21 Mei 2025 Gedung Aula El Tari Kantor Gubernur NTT (Sumber Foto : Guntara / Hindukupang.com)

Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA ini diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan Mars WHDI serta Doa Pembukaan oleh Pengurus Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Wilayah NTT Bapak Pinandita I Wayan Budiadnya. Dalam sambutan Ketua Panitia dari Kepala Seksi P2M Dinas Kesehatan NTT, Bapak Anak Agung Suardipa menyampaikan harapan agar kegiatan ini membuka wawasan masyarakat terkait pentingnya pencegahan stunting dan menjaga kesehatan jiwa.

Materi utama disampaikan oleh dua narasumber ahli yaitu Ibu dr. Ernita Selviana,Sp.A (Spesialis Anak), dan Ibu dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari,Sp.KJ,MARS (Spesialis Kesehatan Jiwa). Moderator Acara ini Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Ibu Ir. Erlina R. Salmun,M.Kes, bagi kedua Narasumber dokter Spesialis menyoroti permasalahan serius yang masih dihadapi masyarakat NTT, yaitu stunting, kesehatan pada anak dan gangguan kesehatan jiwa.

DinkesNTT1

DinkesNTT6

Stunting Masih Jadi Perhatian Serius di Provinsi NTT
Menurut dr. Ernita, Provinsi NTT masih menempati peringkat pertama kasus stunting di Indonesia pada tahun 2022. Padahal, berbagai program telah digulirkan. Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah program-program tersebut belum dievaluasi secara tepat, atau kurang menyentuh akar permasalahan?

Ia menekankan pentingnya pengasuhan sejak dini, termasuk melatih anak makan dengan pola disiplin tanpa gangguan gadget atau televisi. “Latih anak duduk fokus saat makan, biarkan dia merasa lapar secara alami, ini melatih kesadaran makan,” ujar dr. Ernita. Ia juga mengingatkan orang tua untuk tidak melakukan body shaming pada anak, karena hal itu bisa melukai psikologis mereka.

DinkesNTT3

DinkesNTT4

Di Dalam Sesi tanya Jawab bersama narasumber, muncul pertanyaan dari Generasi Hindu Kupang, Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT, Kenapa depresi dan tingkat bunuh diri tinggi, di jaman sekarang dan bagaimanakah langkah antisipasi cegah dini gangguan kesehatan jiwa bagi generasi pemuda pemudi di NTT.

Serta para peserta juga bertanya Stunting di NTT ini sudah banyak program ke NTT tapi kenapa masih terus terjadi stunting tersebut, apakah sudah evaluasi program ataukah ada yang tidak tepat sasaran ?

Dinkes NTT01

Sesi Tanya Jawab Bersama Narasumber Ibu dr. Ernita Selviana,Sp.A (Spesialis Anak), dan Ibu dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari,Sp.KJ,MARS (Spesialis Kesehatan Jiwa), 21 Mei 2025, di Gedung Aula El Tari Kantor Gubernur NTT

Ibu Dokter Ernita,Sp.A menjelaskan peranan dari "Basic Feeding RuLes" , melatih pola makan dasar pada anak, 30menit-1jam (1-2 Minggu), dengan suruh anak duduk, full konsentrasi ajarin anak duduk fokus dan makan (disuap/makan sendiri), tidak boleh ada gadget HP, tidak main Boneka atau tidak nonton TV.

Saat berikan Makanan anak harus duduk dan fokus pada makanan. Biarkan anak Laper, (tanpa camilan) sampai dia meminta makan sendiri itu respon alami tubuh.Lalu ajak anak duduk, dan berikan makan, dan latihan fokusnya pada makanan yg disantap saat kunyah dan menelan makanan. Penjelasan dokter Ernita Selviana Spesialis Anak.

Benar kata Orang Wikan (Bijaksana) dalam Ajaran Hindu, Meditasi terbaik adalah meditasi pada makan, dan fokus hadapi makanan, jangan pikiran Lain-lain apalagi fokusnya terpecah. makan harus fokus rasakan tekstur dan rasa makanannya.

DinkesNTT2

Depresi dan Kesehatan Jiwa Pada Anak Perlu Perhatian Serius
Sementara itu, Pertanyaan kepada dokter Shinta Spesialis Kesehatan Jiwa dari bberapa peserta yang hadir sdri Srikandi, sdr.Agus serta dr.Rosa, bagaimana menyikapi kesehatan jiwa pada anak stunting,, serta peranan manajemen emosional pada remaja yang akan menjadi keluarga membina rumah tangga dengan berbagai persoalannya. Kemudian bila konsultasi ke dokter spesialis Jiwa biayanya berapa agar masyarakat  bisa konsultasi kesehatan jiwa. Jawaban dari Ibu dr. Shinta,Sp.KJ memaparkan bahwa setiap 40 detik, terjadi kasus bunuh diri di dunia akibat stress depresi. Ia menegaskan bahwa masalah kesehatan jiwa sering tidak terlihat, tetapi dampaknya sangat serius ibarat Fenomena Gunung Es, diatas terlihat kecil namun dibawah permukaan masih banyak masalah kejiwaan yang tertumpuk akumulasi.

Dinkes NTT02

Sesi Tanya Jawab Bersama Narasumber Ibu dr. Ernita Selviana,Sp.A (Spesialis Anak), dan Ibu dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari,Sp.KJ,MARS (Spesialis Kesehatan Jiwa), 21 Mei 2025, di Gedung Aula El Tari Kantor Gubernur NTT

Depresi, kecanduan gadget, gangguan tidur, tekanan akibat masalah ekonomi atau sosial, bahkan pernikahan tanpa persiapan emosional yang matang, dapat menjadi pemicu gangguan jiwa. Oleh karena itu, menurutnya, konsultasi kesehatan jiwa harus menjadi hal yang lumrah, dan masyarakat perlu tahu bahwa layanan ini bisa diakses gratis melalui BPJS.

Pernikahan dan tantangan pasti selalu ada, atasi depresi dalam hadapi masa Grahasta (berumah tangga ) harus matang secara emosional, menyatukan 2 Hati Mudah, Menyatukan 2 Keluarga tidak semudah itu, Selalu ada tantangan dan bisa timbulkan Depresi stress.

Hadapi pernikahan, ilmu parenting sangat penting, dan pahami juga manajemen konflik dalam berumah Tangga, bagaimana hadapi konflik dalam keluarga Hindu, dengan mengatur waktu dengan baik selama 24 Jam, perhatian pada keluarga pasangan anak, dan kebutuhan Rumah Tangga, 8 jam bekerja, 8 jam tidur berkualitas, 8 jam waktu keluarga,hobby, pengembangan diri, dan aktivitas lainnya. 

Ketahuilah identitas diri anda sendiri, dalam atasi konflik dalam pasutri, harus ada juga dukungan sosial dalam persiapan Menikah, berumah tangga, dukungan keluarga, teman, karena kita mahluk sosial, jangan hadapi masalah sendirian, Karena semakin berat depresi stresnya,
Serta juga ekpektasi harus realistis, terbuka, jujur komunikasi pada pasangan, jangan bohong apalagi selingkuh sama pasangan Karena bisa timbul perceraian pada suami istri,

Serta konsultasi pra nikah (sebelum Kawin) sangat penting sebelum menikah secara Agama, agar bisa saling berdiskusi, serta problem apa yang akan muncul dan bisa teratasi.

Konsultasi ke psikiater, dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, bahwa kesehatan jiwa biaya tidak mahal, dan bisa dipakai BPJSnya, sehingga gratis, serta bila ada masalah kejiwaan silahkan konsultasi, kecanduan Gadget, kecanduan rokok, miras mabok, sulit tidur karena pikiran banyak simpanan dan simpenan , Orang Dengan Gangguan Jiwa ODGJ, serta banyak pikiran akibat cicilan kredit, putus cinta, hamil diluar kawin (married by accident) tanpa tanggung jawab , memiliki fantasi seksual menyimpang LGBT, asusila, bunuh diri, PedofiLia (melakukan hubungan Sex cabul pada anak kecil dibawah umur), dll silahkan konsultasikan kejiwaan diri anda segera ke Klinik kesehatan Jiwa, ungkap dr.Shinta Widari,Sp.KJ yang juga Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Kupang.

Ibu dr.Shinta,Sp.KJ,  juga menekankan Lebih sabar hadapi rewelnya anak pada saat mau makan, dan pahami fase tumbuh kembang anak terkait kejiwaan anak, sehingga perlu lebih perhatian dan kasih sayang pada anak.

Pahami perubahan perilaku anak kecil ketika bergaul dengan lingkungannya, kenali betul problem anak anda Masing-masing dirumah, jangan cuek dengan masalah kejiwaan anak yang tidak diatasi.

Ibu dr.Shinta,Sp.KJ menjelaskan Pikiran Alam bawah sadar itu 82%, alam sadar itu hanya 12%, Kehidupan seseorang dan kejiwaannya ditentukan dari pikiran alam bawah sadarnya yang 82% tersebut.

Sebagai orang tua harus menjadi pendengar yang baik dengan anak anaknya, posisikan diri anda horizontal, jangan vertikal, orangtua bekerja itu di kantor, bila sudah dirumah berikan kasih sayang pada keluarga anda dirumah, serta lebih peka kepada kesehatan fisik dan kesehatan kejiwaan anggota keluarga anda masing-masing dirumah.

Seringlah sebagai orang tua bertanya pada anak, dan bangun komunikasi secara terbuka. Hindari "body shaming" pada anak stunting, kurang gizi, jangan membandingkan, kamu ini sudah kecil kerempeng, gak mau makan lagi, ini bahaya bisa bikin anak makin terpuruk, ingat ucapan adalah doa apalagi orang tuanya yang ucapkan.

Waspadai juga anak depresi sangat mudah terpengaruh narkoba, serta amati perubahan perilaku pada anak kecil, remaja, dan pergaulannya.

Penjelasan dokter Dewa Ayu Putu Shinta Widari, Spesialis Kesehatan Jiwa. "Konsultasi pra nikah sangat penting, tidak hanya secara agama, tapi juga kesiapan emosional dan manajemen konflik dalam rumah tangga,” tegasnya. Ia juga mengajak orang tua untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anak, membangun komunikasi terbuka, dan menjadi pendengar yang baik di rumah.

DinkesNTT5

"RENCANA TINDAK LANJUT" berupa Kampanye/Edukasi Masalah Kesehatan Tentang Gizi Buruk

Stunting Dan Penyakit Menular Bagi Masyarakat Dengan Lembaga Keagamaan Parisada Hindu Dharma Indonesia disingkat (PHDI) dan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Wilayah Provinsi NTT, tertuang dalam penandatangan kerja sama : 

Pada hari ini Rabu Tanggal Dua Puluh Satu Bulan Mei Tahun Dua Ribu Dua Puluh Lima, kami yang bertandatangan dibawah ini merupakan Peserta Kampanye/Edukasi Masalah Kesehatan tentang Gizi Buruk, Stunting dan Penyakit Menular Bagi Masyarakat bersama Parisadha Hindu Dharma Indonesia disingkat (PHDI) dan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Wilayah Nusa Tenggara Timur, menyepakati untuk melakukan hal-hal sebagai berikut sebagai tindaklanjut dalam membantu penurunan stunting dan mewujudkan masyarakat sehat di wilayah kerja masing-masing antara lain adalah sebagai berikut :

1. Melaksanakan Edukasi terkait Stunting dan pencegahan penyakit menular di lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat (RT/RW) bersama kader dan tenaga puskesmas;
2. Mengawasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak gizi kurang dan ibu hamil Kurang Energi Kronis di tingkat rumah tangga bersama kader dan tenaga puskesmas
3. Mengedukasi orang tua balita untuk mengantar anak ke posyandu dan mendapat imunisasi lengkap serta ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya di fasilitas pelayanan kesehatan
4. Membantu tenaga kesehatan memberikan tablet tambah darah bagi Remaja Putri dan Ibu Hamil selama kehamilan
5. Menyediakan sarana cuci tangan termasuk sabun cuci tangan di tempat ibadah dan rumah tangga untuk membantu mencegah penyebaran kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit.
6. Pemilahan sampah di tingkat rumah tangga antara sampah organik (sisa makanan, daun- daunan dan kulit buah) dengan sampah anorganik (plastik, kertas dan bahan bahan yang sulit terurai) dan TIDAK membakar sampah di lingkungan untuk mencegah infeksi pernapasan pada anak
7. Mendukung pelayanan kesehatan terintegrasi dengan PHDI/WHDI Wilayah Nusa Tenggara Timur (organisasi, lembaga, komunitas, dll) berupa PMT bagi ibu hamil dan Anak yang mengalami masalah gizi dengan bekerjasama dengan puskesmas terdekat.
8. Pendidikan keluarga pada Kelas Pranikah (Pemeriksaan Kehamilan untuk mendapatakan pelayanan komprehensif termasuk Imunisasi Ibu Hamil), Persalinan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), ASI Eksklusif, Imunisasi pada anak, Vitamin A, Pemberian Makanan Tambahan dan Pemantauan Tumbuh Kembang Anak di Posyandu Serta Keluarga Berencana.
9. Mendorong pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Momen Ulang Tahun di Puskesmas untuk mengetahui masalah kesehatan secara dini sehingga memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat
10. Menyampaikan pesan kesehatan tentang stunting, kesehatan jiwa dan penyakit menular dalam kegiatan-kegiatan keagamaan lingkup Parisadha Hindu Dharma Indonesia disingkat (PHDI) dan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Wilayah Nusa Tenggara Timur.

Demikian rencana tindak lanjut Kampanye / Edukasi Masalah Kesehatan Tentang Gizi Buruk, Stunting Dan Penyakit Menular Bagi Masyarakat Dengan Lembaga Keagamaan Parisadha Hindu Dharma Indonesia disingkat (PHDI) dan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) wilayah Provinsi NTT ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Kupang, 21 Mei 2025 , Perwakilan peserta dan Penandatanganan oleh :

1. Wayan Darmawa (Ketua PHDI Provinsi NTT)

2. dr.Dewa Ayu Dwi Suswati (Ketua WHDI Provinsi NTT)

3. Divtha Narayana (PD.KMHDI NTT)

4. dr.DAP Shinta Widari,Sp.KJ (Ketua WHDI Kota Kupang)

5. I Wayan Sumartika (Banjar Dharma Agung Kupang)

6. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Ibu Ir. Erlina R. Salmun,M.Kes.

"Anting BerLian": Tangani Stunting, Bersama Lindungi Anak
Di akhir sesi, kedua narasumber mengajak masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam menjaga kesehatan fisik dan mental anak-anak. Melalui pendekatan edukatif dan penuh kasih, keluarga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Dengan semangat "Anting BerLian" : Tangani Stunting, Bersama Lindungi Anak, acara ini diharapkan menjadi titik awal untuk membangun kesadaran kolektif dalam menangani isu kesehatan yang sangat krusial di NTT.(Guntara)

File Googledrive Materi Narasumber (2 Dokter Spesialis) dan Surat MOU Kerjasama Dinkes NTT , Bisa Di Download Kunjungi Disini.

Sumber dan Foto : Hindukupang.com / RyGuN / Putu Agus Indrawan

Editor : Guntara

DinkesNTT7

 
Baca Juga : Dharma Santi Nyepi 2025 Kupang Ibukota NTT Hadirkan Pentas Seni Budaya, Refleksi, Pelayanan "Manawa Sewa, Madhawa Sewa", Dan Inspirasi Pancasila Dari Timur Nusantara

Baca Juga : Audiensi Bersama Gubernur NTT Melki, Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Tekankan Akses Jalan Pura Oebanantha , Pemerataan Pendidikan, Penguatan UMKM Serta Jaminan Perlindungan Kesehatan Sosial Masyarakat NTT

Baca Juga : Upacara Tawur Kesanga 2025 Dan Pawai 7 Ogoh-Ogoh Meriahkan Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 Di Kota Kupang NTT

Baca Juga : Rangkaian Kegiatan Nyepi Tahun Baru Saka 1947 di Kota Kupang Tahun 2025

Baca Juga : Upacara Melasti 2025 Umat Hindu Kupang Gelar Ritual Penyucian Sambut Datangnya Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947

Baca Juga : Sambut Nyepi Tahun Saka 1947 Umat Hindu Kota Kupang NTT Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan Dalam Semangat "Manawa Sewa, Madhawa Sewa"

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

 

 

Dharma Santi Nyepi2025

Dharma Santi Nyepi Kupang Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Foto Hindu Kupang Bersama Guru Wisesa Sebagai Kepala Daerah Pemerintahan.
Gubernur Provinsi NTT Bapak Emanuel Melkiades Laka Lena,S.Si.Apt , serta Tamu Undangan (sumber Foto : Guntara)

HinduKupang.com - NTT, Nuansa kebersamaan dan harmoni begitu terasa dalam perhelatan "Dharma Santi Nyepi Tahun Saka 1947 Kota Kupang yang berlangsung di Milenium Ballroom, pada hari Minggu sore, tanggal 18 Mei 2025. Acara yang digelar dari jam 17.00 hingga 22.00 WITA ini dihadiri secara langsung oleh tamu undangan yaitu Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak Emanuel Melkiades Laka Lena,S.Si.Apt, Ketua PHDI NTT Bapak Dr.Ir.I Wayan Darmawa,MT, Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama NTT Bapak I Wayan Budiantara,S.Ag.,M.Fil.H, Ketua PHDI Kota Kupang Bapak dr.I Wayan Ari Wijana S.Putra,M.Si, Pejabat Sekretaris Daerah Kota Kupang Bapak Ignasius Repelita Lega,SH yang mewakili Wali Kota Kupang, Biro Kesra Kota Kupang, Forkompinda Kota Kupang, Dandim 1604 Kupang Bapak Kolonel Infanteri I Kadek Abriawan,S.I.P.,M.H.I, dan Wakapolresta Kupang Kota Bapak AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata,S.I.K.,M.H, Perwakilan Pengadilan Negeri Kota Kupang, Kejaksaan Negeri Kota Kupang, Camat Kelapa Lima, Penyelenggara Hindu Kota Kupang, Pengempon (Pengurus) Pura Hindu Sekota Kupang, umat Hindu dari berbagai sektor (18 Tempekan) , Ketua Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK) Bapak AKBP Gede Arya Bawa,S.Sos,M.Hum, tamu undangan lintas agama, Perwakilan MUI Kota Kupang, Klasis Kota Kupang, Keuskupan Agung Kupang, Ketua Permabudhi Kupang NTT Bapak Indra Effendy, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kupang, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Paguyuban K2S, WHDI Kupang dan NTT, Peradah Kupang NTT, Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT, Forum Alumni KMHDI, Puskor Hindunesia, ICHI NTT, Yayasan Upanisada Pendidikan Hindu, berbagai Organisasi Hindu Tingkat Kota Kupang dan Provinsi NTT, insan jurnalis pers media, serta tokoh-tokoh penting daerah, yang hadir di Acara Dharma Santi Nyepi Kota Kupang sebagai bagian dari rangkaian penutup dari perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1947.

Dharma Santi Nyepi2025d

Umat Hindu Kupang NTT dalam Acara Dharma Santi Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1947, Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, 18 Mei 2025 di Milenium Ballroom. (Sumber Foto : Guntara / Hindukupang.com)

Rangkaian acara dimulai dengan Nyanyian Dharma oleh Ibu dr.Santi,Sp.OG yang membangun suasana religius dan sarat makna spiritual. Suara lembut para pelantun mengalun penuh penghayatan, menyampaikan pesan perdamaian dan introspeksi diri, sesuai esensi perayaan Nyepi.

Disusul dengan "Tarian Pendet" oleh Remaja Hindu Kupang, tari selamat datang khas Bali yang dibawakan oleh penari remaja dengan busana tradisional berwarna-warni dari Pasraman Upanisada. Gerakan lemah gemulai dipadukan dengan ekspresi penuh penghormatan kepada para tamu, menandai pembukaan acara yang hangat dan bersahaja.

Dharma Santi Nyepi2025f

Seluruh peserta kemudian berdiri khidmat menyanyikan lagu Kebangsaan "Indonesia Raya", mencerminkan semangat kebangsaan dan kesatuan dalam keberagaman. Momen ini menegaskan bahwa Dharma Santi Nyepi dengan Tema Nyepi Nasional 2025 : Manawa Sewa, Madawa Sewa, tidak hanya ritual keagamaan, tapi juga wujud kecintaan pada Tanah Air dalam berbagai pelayanan pada sesama juga merupakan pelayanan kepada Brahman, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Acara dilanjutkan dengan Doa Pembukaan yang dipimpin oleh Bapak Mangku I Wayan Budiadnya. Dalam suasana yang tenang dan penuh rasa syukur, umat diajak untuk menyucikan hati serta mendoakan keselamatan dan kedamaian bagi semua.

6149905388892440250

6149905388892440249

Kemudian Pembacaan Pustaka Suci Hindu Rig Veda oleh siswa Pasraman SD Hindu menjadi bagian penting dalam acara ini. Sloka-Sloka Suci dari Catur VEDA yang dibacakan menggambarkan nilai-nilai universal seperti kebenaran, kesabaran, dan kasih sayang. Ajaran VEDA Sanatana Dharma ini menegaskan akar budaya Hindu yang menjunjung tinggi nilai spiritual.

Dharma Santi Nyepi2025g

Dharma Santi Nyepi2025a

Pejabat Sekretaris Daerah Kota Kupang Bapak Ignasius Repelita Lega,SH, Membacakan Sambutan Wali Kota Kupang

Sambutan Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo, yang diwakili oleh Pejabat Sekretaris Daerah Bapak Ignasius Repelita Lega,SH, menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keberagaman dan menjunjung toleransi antar umat beragama di Nusa Tenggara Timur. Ia menyampaikan "To Govern is to Serve" memimpin adalah melayani, serta apresiasi atas kontribusi umat Hindu dalam membangun Kota Kupang yang inklusif. Dan juga Program Pemerintah Kota Kupang dalam mengajak seluruh Komponen Umat beragama dalam menjaga kebersihan kota Kupang serta terus memupuk toleransi kerukunan yang selama ini sudah terjalin dengan sangat baik.

6149905388892440251

6149905388892440253

Menambah kemeriahan acara "Dharma Santi Nyepi Tahun Saka 1947 / 2025 ini, ditampilkan "Tari Hegong", tarian tradisional dari Maumere, Sikka, Provinsi NTT yang dimainkan oleh penari remaja pria dan wanita. Diiringi Gong Waning, tarian ini menunjukkan kekayaan budaya lokal NTT yang berpadu indah dengan budaya adat tradisi di Nusantara.

Dharma Santi Nyepi2025h

Dharma Santi Nyepi2025b

Semangat "Ayo Bangun NTT" , Sambutan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak Emanuel Melkiades Laka Lena,S.Si.Apt
Dalam Acara Dharma Santi Nyepi Tahun Saka 1947 Umat Hindu Kupang 18 Mei 2025 di Milenium Ballroom, Kota Kupang.
Dharma Santi Nyepi 2025 Kupang Ibukota NTT Hadirkan Pentas Seni Budaya, Refleksi, Pelayanan "Manawa Sewa, Madhawa Sewa", Dan Inspirasi Pancasila Dari Timur Nusantara.

Guru Wisesa Sebagai Kepala Pemerintah Daerah (PEMDA) yaitu Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bapak Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya menekankan pentingnya nilai-nilai Nyepi, seperti hening, damai, dan introspeksi diri, sebagai inspirasi bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan hidup modern yang serba cepat. Gubernur NTT Melki juga mengajak seluruh umat Hindu di Kota Kupang maupun di Provinsi Nusa Tenggara Timur agar terus menjaga kerukunan dan semangat toleransi, bahkan Kota Kupang NTT masuk dalam daerah yang paling rukun secara Nasional, disambut dengan tepuk tangan umat Hindu yang hadir. Gubernur NTT Melki juga selalu menekankan jangan pernah lupakan sejarah, ingatlah semangat Presiden RI Pertama Ir.Soekarno, saat beliau diasingkan di Ende Flores NTT, Bung Karno yang memiliki darah dari seorang Ibu asal Singaraja Bali dan Ayah dari Pulau Jawa, Bung Karno bersama keluarga saat itu oleh Belanda diasingkan menuju Ende dan mendapatkan inspirasi lahirnya Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia. Pada masa itu Bung Karno mempunyai sahabat pastor Katolik Pater Gerardus Huijtink SVD, Pastor Paroki Ende saat Bung Karno dibuang ke Ende di tahun 1934. Sehingga Ende Pulau Flores NTT ditetapkan secara Nasional menjadi tempat lahirnya Pancasila. Saat Soekarno ingin merumuskan dasar negara sambil menatap pohon sukun bercabang 5, ia pun berjumpa dengan tokoh agama seorang Pastor Katolik di Ende, Bila Bung Karno ingin menyatukan indonesia tidak bisa hanya beragama islam, karena ada agama lainnya seperti Katolik , Hindu di Bali, serta memiliki banyak suku tradisi adat yang berbeda-beda, sehingga Soekarno akhirnya mendapatkan inspirasi dari tempatnya pengasingannya di Ende untuk merumuskan dasar negara Indonesia yaitu Pancasila.

Dharma Santi Nyepi2025c

Acara Dharma Santi Nyepi, Foto Bersama Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang dr.I Wayan Ari Wijana S.Putra,M.Si, Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama NTT Bapak I Wayan Budiantara,S.Ag.,M.Fil.H , PSN Korwil NTT Bapak Mangku I Wayan Budiadnya dan Bapak Mangku I Putu Abdi Riadi, Dandim 1604 Kupang Bapak Kolonel Infanteri I Kadek Abriawan,S.I.P.,M.H.I, dan Wakapolresta Kupang Kota Bapak AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata,S.I.K.,M.H, Ketua Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK) Bapak AKBP Gede Arya Bawa,S.Sos,M.Hum, serta Ketua Panitia Nyepi Tahun Saka 1947 / 2025 Bapak I Gusti Ngurah Eka Negara Suantara, Serta Panitia Nyepi.

Laporan kegiatan dari Ketua Panitia Nyepi Tahun Saka 1947, Bapak I Gusti Ngurah Eka Negara Suantara, menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi dan dukungan Pemerintah Kota Kupang melalui Biro Kesra, para donatur, dukungan moril dan meteriil umat Hindu, dan seluruh elemen masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa Dharma Santi adalah momentum untuk memperkuat solidaritas antar umat. Ketua Panitia Nyepi 2025 , Bapak Gusti Ngurah Eka  menyampaikan berbagai rangkaian acara sambut Nyepi Tahun Saka 1947, mulai dari Saka Bhoga Sevanam , Donor Darah bagi Kemanusiaan, Upacara Melasti, Tawur Agung Kesanga dan Pawai Ogoh-Ogoh, Catur Brata Nyepi, Penanaman Pohon di Areal Pura Prajapati Krematorium Pekuburan Hindu, dan Pembagian Sembako kepada Warga Hindu yang kurang mampu, dan Panti Asuhan di Kota Kupang. 

Dharma Santi Nyepi2025n

Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1947 Di Kota Kupang NTT mengusung Tema "Manawa Sewa, Madhawa Sewa Mewujudkan Indonesia Emas 2045". Tema Nyepi Nasional Tahun 2025 ini menekankan pentingnya pengabdian kepada sesama manusia (Manawa Sewa) sekaligus kepada Tuhan (Madhawa Sewa) sebagai wujud keseimbangan dalam kehidupan, ungkap Ketua Panitia Nyepi Kota Kupang Tahun 2025 Bapak Gusti Ngurah Eka Negara.

Dharma Santi Nyepi2025o

Acara Sambutan Dari Ketua PHDI Kota Kupang yaitu Bapak dr.I Wayan Ari Wijana S.Putra,M.Si yang sangat apresiasi kinerja Panitia Nyepi Tahun Saka 1947 sudah berjalan dengan baik dan lancar, serta ucapan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi di Kota Kupang NTT.

Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian "Hikmah Nyepi Tahun Saka 1947 / 2025" oleh Bapak Prof. I Gusti Bagus Arjana, yang menjabat sebagai Walaka PHDI Kupang NTT. Ia pun menjelaskan asal mula Perayaan Hari Suci Nyepi dan juga sejarah Kepemimpinan Raja Saka yang makmur aman sentosa, sehingga menjadi Perayaan Nyepi Tahun Saka. Bapak Prof.I Gusti Bagus Arjana juga menekankan pentingnya "Catur Brata Penyepian" sebagai laku spiritual untuk menjaga keseimbangan hidup manusia dengan alam semesta. 

6149905388892440255

Dharma Santi Nyepi2025j

Tari Kecak "The Magic of Jagung Titi" Dalam Acara Dharma Santi Nyepi Kota Kupang NTT

Dharma Santi Nyepi2025k

Tari Kecak "The Magic of Jagung Titi" , Sendratari Kisah Sang Pangeran Gagap (Pemeran Bapak I Made Rai Karyasa) Dalam Acara Dharma Santi Nyepi Kota Kupang NTT

Dharma Santi Nyepi2025s

Sendratari Kisah Pangeran Gagap dan Gadis Penggoda (Pemeran Bapak dr.Mega) Dalam Acara Dharma Santi Nyepi Kota Kupang NTT

Dharma Santi Nyepi2025q

Tari Kecak "The Magic of Jagung Titi" , Sendratari Kisah Sang Pangeran Gagap (Pemeran Bapak I Made Rai Karyasa) Dan Penjual Jagung Titi (Pemeran Ni Kadek Puspitasari) Dalam Acara Dharma Santi Nyepi Kota Kupang NTT

Dharma Santi Nyepi2025p

Dharma Santi Nyepi2025r

Tari Kecak "The Magic of Jagung Titi" , Sendratari Kisah Sang Raja Pangeran Gagap (Pemeran Bapak I Made Rai Karyasa) , Sayembara Calon Ratu (Ibu Suryadewi, Ibu Rai, Ibu Nyoman Yuliasih), Gadis Penggoda Dan Penjual Jagung Titi (Pemeran Ni Kadek Puspitasari) Dalam Acara Dharma Santi Nyepi Kota Kupang NTT

Dharma Santi Nyepi2025l

Teristimewa dalam Acara Dharma Santi Nyepi Tahun Saka 1947 di Kota Kupang NTT ini adalah Puncak acara Tarian Kecak "The Magic of Jagung Titi" Persembahan Banjar Dharma Agung Kupang, dengan alur cerita oleh Ibu Kadek Ary Mayastuti, yang mengangkat Kisah Sang Pangeran Raja Gagap mengadakan Sayembara mencari calon istri, kemudian Pangeran dari Negeri Flobamora memakan Jagung Titi "Berkhasiat" dan langsung sembuh Gagapnya, sehingga menjadikan sang Penjual Jagung Titi menjadi Ratu di Kerajaan Negeri Flobamora. Kekayaan pangan lokal NTT yaitu jagung titi, dan jagung bose sebagai simbol ketahanan pangan dalam semangat "Ayo Bangun NTT" dan dibalut sendra tarian kreativitas seni Paguyuban etnis Bali di Kota Kupang.

Kemudian disusul "Tarian Kreasi Teruni Wilasa" oleh sdri.Kini Kinanti dan para penari Remaja Hindu Kupang yang memukau penonton dengan koreografi kontemporer dan musik aransemen dari Cris Ndaumanu.

Dharma Santi Nyepi2025m

Dharma Santi Nyepi2025e

Menjelang akhir acara, suasana makin hangat dengan Nyanyian Dharma "Tri Kaya Parisudha" oleh I Gede Susila, yang meraih Juara 1 Nasional Hindu Channel Dharma Santi BUMN 2025 kategori cipta lagu Hindu dan Vocalis Terbaik Perwakilan dari Hindu Kupang NTT. serta penampilan Musik Band dari Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT dengan iringi berbagai lagu Khas NTT Ovalangga dan juga lagu Bali. Kemudian tari kreasi dari WHDI Kota Kupang NTT, dan Nyanyian Sloka "Bhagavad Gita", oleh WHDI Kupang dan Provinsi NTT.

Acara selanjutnya semua peserta berfoto bersama panitia sebagai simbol kebersamaan dan kesuksesan acara Dharma Santi Nyepi Tahun Saka 1947 / 2025 di Kota Kupang Provinsi NTT. Ramah tamah dan makan malam menjadi penutup yang indah, mempererat tali persaudaraan dalam balutan budaya dan spiritualitas.(Guntara)

Sumber dan Foto : Hindukupang.com / RyGuN / Dewa Putra Utama

Editor : Guntara

Kumpulan Foto GoogleDrive Dharma Santi Nyepi 18 Mei 2025 Kunjungi Disini

Kumpulan Foto GoogleDrive Rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1947 Umat Hindu Kupang NTT , Kunjungi Disini

Video Dharma Santi Nyepi Di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur , 18 Mei 2025, Kunjungi Disini.

Dharma Santi Nyepi2025i

Foto Hindukupang.com : Bersama insan Jurnalis Pers Media Online , Radio Republik Indonesia (RRI) Kupang, Pos Kupang Dalam Acara Dharma Santi Nyepi 18 Mei 2025, di Milenium Ballroom, Kota Kupang NTT.

Baca Juga : Upacara Tawur Kesanga 2025 Dan Pawai 7 Ogoh-Ogoh Meriahkan Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 Di Kota Kupang NTT

Baca Juga : Rangkaian Kegiatan Nyepi Tahun Baru Saka 1947 di Kota Kupang Tahun 2025

Baca Juga : Upacara Melasti 2025 Umat Hindu Kupang Gelar Ritual Penyucian Sambut Datangnya Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947

Baca Juga : Sambut Nyepi Tahun Saka 1947 Umat Hindu Kota Kupang NTT Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan Dalam Semangat "Manawa Sewa, Madhawa Sewa"

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga Perayaan Nyepi Tahun 2024 : Ribuan Umat Hindu Kupang Upacara Tawur Kasanga dan Pawai 12 Ogoh-Ogoh Sambut Nyepi Tahun Baru Saka 1946 dalam Semangat "Sat Cit Ananda untuk Indonesia Jaya"

Baca Juga Perayaan Nyepi Tahun 2023 : Ribuan Umat Hindu Kupang Melakukan Upacara Tawur Kasanga dan Parade Ogoh-Ogoh di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Sambut Hari Suci NYEPI Tahun Saka 1945 Dalam Nuansa "Semangat Maharddhika Semangat Merdeka"

Baca Juga Perayaan Nyepi Tahun 2018 : Pawai Ogoh - Ogoh Nyepi 1940 Çaka di Kupang NTT 2018

Baca Juga Perayaan Nyepi Tahun 2017 : Ogoh-Ogoh NYEPI 1939 Saka di Kupang NTT

Gubernur NTT Melki PDKMHDINTT

Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT Sampaikan Aspirasi Strategis Saat Audiensi Bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena (8 Mei 2025)

HinduKupang.com, NTT — Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (PD KMHDI NTT) melakukan audiensi resmi dengan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena,S.Si.,Apt, pada Kamis tanggal 8 Mei 2025 di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT. Pertemuan ini menjadi ruang dialog antara PD KMHDI NTT Mahasiswa-Mahasiswi Hindu Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Gubernur NTT sebagai Guru Wisesa atau Kepala Pemerintah Daerah guna menyuarakan sejumlah aspirasi penting yang menyangkut kepentingan umat dan masyarakat luas.

Audiensi ini dipimpin langsung oleh Ketua PD KMHDI NTT, I Putu Eka Saputra, didampingi oleh jajaran pengurus. Dalam kesempatan tersebut, rombongan mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT menyampaikan empat poin utama yang menjadi fokus perhatian organisasi dalam mendukung pembangunan daerah berbasis keadilan dan pemerataan di Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Salah satu isu utama yang disampaikan adalah akses jalan menuju Pura Oebanantha yang berlokasi di Kota Kupang. Saat ini, akses ke tempat ibadah umat Hindu tersebut masih melewati kawasan Pasar Oeba, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama Kota Kupang yang dinilai sudah melewati batas pasar itu sendiri serta pedagang pasar mulai masuk ke badan jalan.

Pura Oebanantha adalah tempat ibadah umat Hindu Kupang merupakan Pura Jaganatha pertama yang berdiri di Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan Pura Oebanantha juga termasuk di dalam Padma Bhuwana Nusantara wilayah Tenggara Indonesia sesuai keputusan Mahasabha PHDI Pada tahun 2011, Majelis tertinggi agama Hindu yakni Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menetapkan sembilan Pura yang ada di sembilan penjuru Indonesia yang disebut Padma Bhuwana Nusantara. Penetapan ini termuat dalam Ketetapan Mahasabha X Nomor: VII/TAP/MAHASABHA X/2011 tentang Padma Bhuvana Nusantara.

Gubernur NTT Melki PDKMHDINTT1

Dalam bidang pendidikan, KMHDI menekankan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah NTT. Salah satu isu krusial yang disorot adalah minimnya jumlah tenaga pendidik beragama Hindu di sekolah-sekolah negeri maupun swasta yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.

Untuk itu, PD KMHDI NTT mendorong adanya penambahan kuota guru beragama Hindu agar kebutuhan pembelajaran agama Hindu bagi siswa dapat terpenuhi secara maksimal. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung semangat keberagaman dan kebhinekaan di dunia pendidikan.

Selain itu, KMHDI juga mengangkat isu pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Dalam audiensi tersebut, disampaikan harapan agar pemerintah provinsi dapat lebih aktif memberikan pendampingan, pelatihan, dan akses permodalan bagi pelaku UMKM.

Menurut PD KMHDI NTT, dengan penguatan sektor UMKM, maka ekonomi lokal akan semakin mandiri dan masyarakat memiliki peluang yang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan. Dukungan kebijakan yang menyentuh langsung para pelaku UMKM dinilai sangat strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.

Gubernur NTT Melki PDKMHDINTT2

Poin keempat yang menjadi sorotan dalam pertemuan ini adalah jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi masyarakat, khususnya bagi kalangan pekerja informal dan masyarakat adat. PD KMHDI NTT menilai masih banyak masyarakat yang belum terakses oleh program jaminan sosial yang layak.

Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT meminta agar Pemerintah Daerah Provinsi NTT dapat memperluas cakupan layanan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan serta memperkuat sistem perlindungan sosial lainnya, agar masyarakat tidak rentan terhadap risiko ekonomi dan kesehatan, terutama di masa-masa sulit.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyambut baik audiensi yang digelar bersama mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT ini. Ia mengapresiasi inisiatif dan kepedulian KMHDI terhadap persoalan masyarakat, seraya berjanji akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan instansi terkait secara bertahap.

Dalam audiensi yang berlangsung bersama Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Beliau menarasikan Presiden RI Pertama "Soekarno adalah orang yang lahir dari rahim Bali" dan berpesan orang bali harus bisa menjaga semangat narasi tersebut dalam Nasionalisme. Gubernur NTT Melki menaruh harapan besar pada PD.KMHDI NTT sebagai generasi penerus bangsa untuk terus berkontrubusi Nyata pada masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Gubernur NTT Melki PDKMHDINTT3

Ketua Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT I Putu Eka Saputra, Sampaikan Aspirasi Strategis Saat Audiensi Bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena (8 Mei 2025)

Menjaga Jati Diri, Menumbuhkan Dharma : Empat Pilar Kaderisasi KMHDI

Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) tak sekadar organisasi kemahasiswaan berbasis keagamaan. Sejak didirikan pada Tanggal 3 September 1993, KMHDI hadir sebagai wadah perjuangan intelektual dan spiritual bagi mahasiswa Hindu Indonesia dalam mengabdi kepada agama dan negara. Dalam perjalanannya, KMHDI membangun arah perjuangan melalui konsep nilai dan jati diri organisasi yang menjadi pedoman setiap kader.

Empat nilai utama membentuk karakter kader KMHDI : Religius, Humanis, Nasionalis, dan Progresif. Keempat nilai ini merupakan standar kualitas dari pendidikan kaderisasi yang dijalankan secara konsisten oleh organisasi di seluruh daerah di Indonesia.

"Religiusitas" menjadi fondasi utama dalam jati diri anggota KMHDI. Bagi organisasi ini, religiusitas bukanlah bentuk eksklusivitas, melainkan peneguhan nilai-nilai spiritual Hindu yang bersifat universal. Seorang kader KMHDI dituntut untuk memiliki pemahaman mendalam tentang ajaran agamanya, sekaligus memiliki kemampuan berpikir kritis terhadap praktik keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat Hindu.

Nilai religius juga menjadi dasar etika sosial. Dalam konteks ini, anggota KMHDI diharapkan membawa nilai-nilai Dharma ke dalam kehidupan bermasyarakat tanpa memaksakan dogma, namun menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial yang bersumber dari nilai-nilai suci Hindu.

Sementara itu, "Humanisme" menjadi napas dalam interaksi sosial. Dalam ajaran Hindu, konsep "Tat Twam Asi" yang berarti "Kamu adalah Aku" menjadi dasar pandangan terhadap sesama manusia. Dengan kesadaran bahwa setiap manusia adalah bagian dari percikan Ilahi (Atman), anggota KMHDI diajak untuk mengembangkan sikap empati, toleransi, dan kepekaan terhadap persoalan-persoalan kemanusiaan.

Humanisme dalam KMHDI bukanlah sekadar tidak menyakiti, tetapi juga aktif membantu dan berpihak pada yang tertindas. Sikap ini menjadi penegasan bahwa KMHDI bukan hanya organisasi intelektual, tetapi juga kekuatan moral yang berpijak pada nilai-nilai universal kemanusiaan.

Nilai ketiga yang dijunjung tinggi adalah "Nasionalisme". KMHDI meyakini bahwa pengabdian kepada negara adalah bagian dari pengamalan Dharma. Nasionalisme versi KMHDI lahir dari rasa solidaritas antarwarga bangsa, serta kesadaran akan tanggung jawab kolektif dalam menjaga keutuhan dan keberlangsungan negara Indonesia yang majemuk.

Dalam konteks ini, kader KMHDI ditanamkan sikap menolak eksklusivisme, sektarianisme, dan segala bentuk pembelahan sosial yang merusak persatuan. Mereka dituntut aktif dalam berbagai ruang kebangsaan sebagai warga negara yang kritis, progresif, dan beretika.

Terakhir, KMHDI menekankan nilai "Progresifitas" sebagai semangat perubahan. Kader KMHDI diarahkan untuk tidak sekadar menjadi pengikut arus, tetapi menjadi penggerak perubahan sosial. Dalam setiap proses transformasi masyarakat, kader ditantang untuk hadir sebagai pionir ide, pelaksana gagasan, dan penjaga semangat dialektika.

Progresifitas berarti keberanian untuk berpikir visioner, bertindak strategis, dan menghadapi tantangan zaman dengan kesiapan mental dan intelektual. Di sinilah KMHDI membedakan dirinya sebagai organisasi kader yang terus bergerak, belajar, dan berkontribusi nyata.

Melalui keempat nilai tersebut, KMHDI membentuk generasi muda Hindu yang tidak hanya cakap secara spiritual, tetapi juga tangguh dalam membela nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Jati diri ini menjadi kompas moral dan arah perjuangan yang terus dijaga dalam setiap langkah organisasi.

Melalui audiensi dan forum dialog bersama Gubernur NTT Melki ini, PD KMHDI NTT berharap komunikasi dengan pemerintah daerah dapat terus terjalin secara produktif dan konstruktif. Kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah dinilai sebagai kunci dalam membangun NTT yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan dalam semangat "Ayo Bangun NTT", Satyam Eva Jayate, jaya.(PDKMHDINTT/Hindukupang)

Narasi dan Editor : Guntara
Sumber Foto : PD.KMHDI NTT / Grup Whatsapp Hindu Kupang NTT

Gubernur NTT Melki PDKMHDINTT

Ketua Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT I Putu Eka Saputra bersama Pengurus, Sampaikan Aspirasi Strategis Saat Audiensi Bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena (8 Mei 2025)

Baca Juga : Upacara Tawur Kesanga 2025 Dan Pawai 7 Ogoh-Ogoh Meriahkan Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 Di Kota Kupang NTT

Baca Juga : Training of Trainers KMHDI Regional Jawa, Bali, NTB, NTT : Mencari Ilmu dengan Cinta Kasih di Negeri Karang

Baca Juga 10 Mei 2022 : PD.KMHDI NTT Audiensi Dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur Victor Bungtilu Laiskodat, dan Ketua Dekranasda NTT Sampaikan Agenda Lokasabha XIV dan Isu Keumatan Hindu NTT