Prodigit1 qr-code-url Prodigit2

hut 44

HinduKupang.com, NTT — Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur mewarnai perayaan HUT ke 44 Tempekan Perumnas Pasir Panjang yang digelar di Resto Su"Basuka", Kupang, pada Minggu (12/10/2025). Acara tersebut menjadi momentum berharga untuk menelusuri kembali jejak sejarah berdirinya sektor/Tempekan adat suka duka dan umat Hindu di kawasan Perumnas Pasir Panjang, yang telah berdiri dan eksis sejak tahun 1981. Tempekan Perumnas Pasir Panjang adalah bagian dari Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK) yang menaungi wilayah terdiri dari 17 sektor / Tempekan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Sejarah tempekan ini diungkap oleh salah satu sesepuh umat, Bapak Prof.I Gusti Bagus Arjana, yang dikenal sebagai tokoh awal pembentukan sektor / tempekan Perumnas Pasir Panjang. Dalam kesaksiannya, I Gusti Bagus Arjana menceritakan perjalanan awal pembentukan tempekan yang dimulai dari semangat pelayanan umat di perumahan Perumnas, hingga akhirnya dirinya dipercaya menjadi ketua sektor pertama. Ia dikenal rajin mendatangi umat dari rumah ke rumah, sembari tetap menjalankan tugasnya sebagai Dosen di Kampus Universitas Nusa Cendana (Undana) masa itu 1981.

hut 44c

Perjalanan regenerasi kepemimpinan juga berlangsung harmonis, di mana setelah Gusti Arjana melanjutkan pendidikan dosen, tampuk kepemimpinan diteruskan oleh (Alm) Mangku I Gede Made Sueka, yang kemudian turut memperkuat struktur dan kebersamaan umat. Seiring perkembangan waktu, para tokoh seperti : I Gusti Bagus Arjana, (Alm) Mangku I Gede Made Sueka, Dewa Putu Narka, Dewa Arya Jaya, I Ketut Angga Suyadnya, Gede Arya Bawa, I Komang Wirna menjadi bagian penting dalam perjalanan Silsilah Kepemimpinan tempekan Perumnas Pasir Panjang ini.

Dalam sambutannya, Ketua Tempekan Perumnas Pasir Panjang, Bapak I Komang Wirna, menyampaikan apresiasi atas kebersamaan seluruh anggota yang kini berjumlah sekitar 37 Kepala Keluarga dengan lebih dari 60 warga hadir dalam acara. Ia menegaskan pentingnya menjaga solidaritas dan semangat gotong royong dalam setiap kegiatan sosial, adat menyame braye di rantauan dan upacara keagamaan Hindu Kupang NTT.

hut 44a

Senada dengan itu, Ketua Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK), Bapak I Gede Arya Bawa, mengapresiasi kekompakan umat Tempekan Perumnas Pasir Panjang yang dinilai menjadi teladan bagi sektor lain. Ia menjelaskan bahwa dari 19 tempekan kini tersisa 17 Tempekan (sektor), setelah dilakukan penggabungan wilayah seperti Brigif–Naibonat dan Kuanino–Benteng. Ketua BDAK Bapak Gede Arya berharap Tempekan Perumnas Pasir Panjang dapat menjadi pilot project bagi sektor lain dalam memperkuat peran sosial, budaya, dan spiritual umat Hindu di Kupang.

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

hut 44d

hut 44e

hut 44i

Selain kegiatan seremonial, kegiatan Banjar juga menggelar kerja bakti di Pura Prajapati dan tanah PHDI Kabupaten Kupang pada bulan september 2025, sebagai wujud nyata semangat ngayah dan bhakti gotong royong, ungkap Ketua Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK) Gede Arya Bawa. Pada minggu 19 Oktober 2025 nanti kerja bakti Banjar dilakukan pada areal Pura Prajapati Alak dalam pembuatan bale pesandekan, dalam kekompakan Kerja bersama-sama dan sama-sama bekerja , ungkap Gede Arya penuh semangat.

hut 44g

hut 44f

hut 44h

Puncak acara Ulang Tahun Tempekan Perumnas Pasir Panjang ke 44 tahun ini diwarnai dengan Angayubagia doa syukur makan malam bersama dan pemotongan tumpeng , dan tiup lilin kue yang dipimpin Pinandita I Putu Abdi Riadi.
Kemudian dilanjutkan pemandu acara MC I Putu Satria dan Ketua Tempekan I Komang Wirna dalam pemotongan kue tumpeng, dan tiup lilin kue ulang tahun dan foto bersama seluruh anggota tempekan perumnas pasir panjang.

Seusai acara makan malam bersama yang diiringi karaoke bersama, kemudian acara dilanjutkan dengan permainan games quiz berhadiah serta penampilan hiburan seperti karaoke bersama, dan tarian zumba yang menambah keakraban antar anggota.(k'Gun)

Editor : RyGuN

Sumber Foto : Hindukupang.com

hut 44b

 

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang NTT Angkatan II Tahun 2024 Rayakan Kenaikan Kelas dan Kelulusan dengan Pagelaran Seni dan Penghargaan, "Generasi Berkarakter, Sukses Menggapai Impian"

Baca Juga : SD Hindu Adi Widya Pasraman Saraswati Angkatan I merayakan Kelulusan 100 Persen dengan Gelar Karya dan Pentas Seni di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Kolaborasi PHDI NTT, WHDI NTT dan Dinas Kesehatan NTT Ratusan Umat Hindu Hadir di Aula El Tari Komitmen Bergerak Bersama Melawan Gizi Buruk, Edukasi Stunting dan Pentingnya Kesehatan Jiwa Sejak Dini

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi 2025 Kupang Ibukota NTT Hadirkan Pentas Seni Budaya, Refleksi, Pelayanan "Manawa Sewa, Madhawa Sewa", Dan Inspirasi Pancasila Dari Timur Nusantara

PHDINTT2

HinduKupang.com, NTT , Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar doa bersama lintas agama di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Minggu (31/8/2025) malam. Acara ini menjadi wadah kebersamaan seluruh elemen masyarakat, menandai pentingnya persatuan dan solidaritas di tengah dinamika bangsa.

Doa bersama yang dimulai pukul 19.30 Wita itu dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena,S.Si.,Apt, Wakil Gubernur NTT Irjen Pol.(Purn) Johni Asadoma, Pimpinan Ketua DPRD Provinsi NTT Ir.Emelia Julia Nomleni, Forkopimda, Tokoh Agama, hingga ratusan undangan. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama menjaga keharmonisan dan kedamaian daerah.

Suasana berlangsung hening dan khidmat. Lantunan doa bergantian dipimpin pemuka agama Katolik, Protestan, Islam, Hindu, dan Buddha. Kehadiran lintas iman ini memperlihatkan betapa kuatnya semangat toleransi yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat NTT.

Para umat yang hadir larut dalam keheningan malam. Doa-doa yang terucap sesekali terdengar lirih, berpadu dengan tiupan angin di Kota Kupang. Atmosfer itu semakin menguatkan nuansa kebersamaan dan kerinduan akan perdamaian. “Jaga kami Tuhan, pulihkan negeri ini. Jauhkan kami dari kejahatan yang memecah belah,” doa salah satu tokoh agama. Seruan ini disambut lantunan doa pemuka agama lain, menandakan kesatuan suara demi Indonesia yang damai.

Ratusan hadirin tampak berbaris rapi sejak halaman depan hingga gerbang Kantor Gubernur. Pakaian putih yang dipadu dengan celana hitam mendominasi suasana, menjadi simbol kesederhanaan, persatuan, dan niat tulus menjaga kebersamaan.

PHDINTT1

Puncak acara ditandai dengan pembacaan deklarasi damai bersama. Setelah itu, hadirin melantunkan lagu “Indonesia Tanah Air Beta” dan “Padamu Negeri”, menutup rangkaian doa dengan penuh haru dan semangat kebangsaan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan melarang masyarakat menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi. Namun, ia menekankan bahwa segala bentuk kerusuhan tidak akan diberi ruang.

“Demonstrasi boleh, menyuarakan pendapat boleh, ke DPRD boleh, ke Polda boleh, ke Pemprov pun silakan. Tapi harus damai. Kalau ada perusuh, kita tindak,” ujar Melki dengan tegas. Pesan ini menegaskan komitmen demokrasi sekaligus menjaga ketertiban umum.

Melki mengingatkan bahwa NTT selama ini dikenal sebagai daerah yang aman dan damai. Menurutnya, tidak pernah ada sejarah kerusuhan hanya karena persoalan yang bisa diselesaikan lewat dialog. Ia memastikan pemerintah terbuka untuk berdialog dengan semua pihak.

Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat pun sepakat menjaga stabilitas daerah. Gubernur Melki meminta masyarakat segera melapor jika ada pihak yang mencoba memicu kerusuhan. “NTT tidak punya tempat bagi perusuh,” tegasnya.

PHDINTT

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTT, Dr. Wayan Darmawa, dalam sambutan khususnya mengingatkan agar masyarakat menjauhkan diri dari amarah dan menumbuhkan kebahagiaan. Ia menekankan pentingnya cinta kasih, kebersyukuran, dan kedewasaan dalam menghadapi ujian kehidupan.

Dalam suasana doa bersama lintas agama, ketua PHDI NTT Bapak Wayan Darmawa mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai kondisi yang terjadi sebagai ujian dari Tuhan. Ia menekankan pentingnya menyikapi setiap peristiwa dengan cinta kasih, kedamaian, serta kedewasaan dalam bertindak.

Seruan itu sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat NTT dan Indonesia pada umumnya terus menjaga persaudaraan, menghindari amarah, dan mengedepankan sikap saling menghargai. “Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberkati kita semua di NTT dan memberkati bangsa Indonesia,” ujarnya.

Dalam doa yang dilantunkan Ketua PHDI NTT dengan penuh khidmat,  ia memohon ampun kepada Tuhan atas segala kesalahan pikiran, perkataan, maupun perbuatan, baik secara pribadi, profesi, maupun sebagai bangsa. Ia juga berdoa agar masyarakat dibimbing meninggalkan jalan yang salah menuju kebenaran, dari kegelapan pikiran menuju cahaya pengetahuan.

Doa tersebut juga memohon agar bangsa Indonesia dilepaskan dari segala kedukaan dan bencana, serta dianugerahi kehidupan yang aman, damai, dan sejahtera sesuai kehendak Tuhan. Untaian doa itu ditutup dengan mantra perdamaian, “Om Santi, Santi, Santi Om”, Damai Di Hati, Damai Di Dunia, Damai Selamanya  menggema sebagai simbol harapan dan ketenangan bagi masyarakat NTT dan seluruh Wilayah Indonesia.

Doa yang dipanjatkan Ketua PHDI NTT menggema penuh makna. Ia memohon agar bangsa Indonesia dibimbing keluar dari kegelapan menuju cahaya pengetahuan, serta dijauhkan dari bencana dan kesedihan. Doa itu menutup malam penuh hikmat dengan harapan bagi kedamaian NTT dan Indonesia.(Guntara)

Editor : RyGuN

Sumber Foto : Dinas Kominfo NTT.

VIDEO Doa Bersama Untuk Negeri Kunjungi Disini

PHDINTT3

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang NTT Angkatan II Tahun 2024 Rayakan Kenaikan Kelas dan Kelulusan dengan Pagelaran Seni dan Penghargaan, "Generasi Berkarakter, Sukses Menggapai Impian"

Baca Juga : SD Hindu Adi Widya Pasraman Saraswati Angkatan I merayakan Kelulusan 100 Persen dengan Gelar Karya dan Pentas Seni di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Kolaborasi PHDI NTT, WHDI NTT dan Dinas Kesehatan NTT Ratusan Umat Hindu Hadir di Aula El Tari Komitmen Bergerak Bersama Melawan Gizi Buruk, Edukasi Stunting dan Pentingnya Kesehatan Jiwa Sejak Dini

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi 2025 Kupang Ibukota NTT Hadirkan Pentas Seni Budaya, Refleksi, Pelayanan "Manawa Sewa, Madhawa Sewa", Dan Inspirasi Pancasila Dari Timur Nusantara

Juara1 Sanggar Saraswati2

Sanggar Saraswati Dari Sekolah Dasar (SD) Hindu Adi Widyalaya Saraswati Raih Juara 1 Lomba Tarian Daerah Seluruh Kota Kupang 2025 Dalam Acara Panggung Budaya Pameran Pembangunan Menyambut Semarak HUT RI Ke 80 Tahun (14 Agustus 2025)

Hindukupang.com, NTT – Suasana Panggung Pentas Budaya NTT BAGAYA dalam Pameran Pembangunan di Lapangan Hotel Harper pada Kamis 14 Agustus 2025, jam 17:00wita sore hingga malam hari dipenuhi warna-warni kain tradisional, denting musik khas Nusa Tenggara Timur, dan semangat para pelajar. Dalam rangka memeriahkan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang menggelar Lomba Tarian Daerah Antar Pelajar tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Kupang Tahun 2025.

Panggung megah yang Mengusung tema NTT BaGaYa : “Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya”, dan menjadi bagian dari Pameran Pembangunan ini menjadi saksi hadirnya puluhan peserta dari berbagai sekolah. Salah satunya adalah SD Adi Widyalaya Saraswati yang tampil membawakan tarian tradisional Hegong “Soka Toja” dari Kabupaten Sikka, Flores.

Tarian Hegong “Soka Toja” memiliki makna kultural yang mendalam. Dalam tradisi masyarakat Sikka, tarian ini kerap dipentaskan untuk menyambut tamu kehormatan sekaligus mengajak mereka turut menari bersama. Gerakannya yang dinamis dipadu dengan irama musik lokal gong waning menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan.

VIDEO PENAMPILAN TARIAN HEGONG SOKA HOJA DARI SANGGAR SARASWATI KUNJUNGI DISINI

Menurut sejarahnya, tarian ini berkembang di wilayah Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ia bukan sekadar hiburan, melainkan simbol keramahan dan penghormatan masyarakat Sikka kepada para tamu. Awalan tarian biasanya diawali seruan bahasa daerah: “Eeee… Mai Sai, Mai Ita Soka Hama-Hama”, yang berarti ajakan untuk bergabung dan menari bersama.

Juara1 Sanggar Saraswati

Dalam penampilan kali ini, para penari dari "Sanggar Saraswati" asuhan SD Adi Widyalaya Saraswati tampil anggun dengan balutan busana adat Sikka. Penari perempuan mengenakan labu tengge, busana khusus anak-anak perempuan dalam tradisi setempat. Sementara penari laki-laki mengenakan labu lipa mitan, dilengkapi lensu dan semba, serta membawa ikun atau sapu tangan sebagai properti tari. Penampilan mereka kian berkesan berkat busana adat Sikka Pulau Flores NTT yang autentik. 

Delapan siswa terpilih menjadi duta seni sekolah mereka. Mereka adalah Dewa Ayu Mas Suhitatridevi Dewanta, Kadek Denaya Putri Gangga Maheswari, Komang Devania Maharini Wijaya, Kadek Sabrina Putri Wicaksana, Ni Kadek Legita Ishana Maheswari, Ni Ketut Revnys Diana Gayatri, Septiera Cinthia Sukma Wati, dan satu-satunya penari laki-laki, dan I Kadek Anantawijaya Putra, satu-satunya penari laki-laki dalam tim.

Kehadiran mereka di panggung tidak hanya membawa misi menghibur penonton, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda di Provinsi NTT. Guru pendamping, Asmi Susanti Laiboys, S.Pd, mengaku bangga anak-anak didiknya dapat tampil di ajang sebesar ini. “Mereka berlatih berbulan-bulan. Bukan hanya menghafal gerakan, tapi memahami makna di balik setiap langkah tari,” ujarnya.

Dari pinggir panggung, tabuhan gong waning menggema, memandu ritme gerakan penari. Suara alat musik ini berpadu harmonis dengan tepuk tangan penonton yang mengikuti alunan lagu. Sorakan dan dukungan terdengar setiap kali penari melakukan formasi tertentu yang memukau.

Selain memamerkan keterampilan, lomba ini menjadi ruang edukasi budaya. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, yang hadir langsung di lokasi, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui pelestarian budaya lokal. “Anak-anak kita harus mengenal dan bangga dengan tarian daerah. Ini adalah identitas kita,” tegasnya.

Tarian Hegong “Soka Toja” bukan hanya menyuguhkan gerak yang indah, tapi juga mencerminkan nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan keterbukaan menerima orang baru. Nilai-nilai ini sejalan dengan semangat kemerdekaan yang dirayakan dalam HUT RI ke-80 tahun ini.

Meski berada dalam suasana kompetisi, para peserta menunjukkan sportivitas. Sekolah-sekolah dari berbagai penjuru Kota Kupang saling memberikan dukungan. Nuansa kekeluargaan terasa, seakan panggung bukan medan persaingan, melainkan tempat berbagi kebahagiaan.

Penampilan "Sanggar Saraswati" dari Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati menjadi salah satu sorotan sore itu. Kostum yang mencolok, gerakan yang kompak, dan penghayatan yang kuat membuat penonton betah menyaksikan hingga akhir. Tak sedikit penonton yang ikut bergoyang mengikuti alunan musik.

Ketika tarian usai, tepuk tangan riuh menggema di seluruh area panggung. Bagi para penari cilik ini, pengalaman tampil di panggung besar menjadi kenangan tak terlupakan. Lebih dari sekadar lomba, mereka telah menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya, menghidupkan tradisi, dan merayakan kemerdekaan dengan cara yang paling indah menari bersama.

Guru pendamping, Asmi Susanti Laiboys, S.Pd., menyampaikan rasa bangganya. “Mereka berlatih berbulan-bulan. Bukan hanya menghafal gerakan, tapi memahami makna di balik setiap langkah tari,” ujarnya. Latihan yang intens membuat setiap detail penampilan terlihat rapi dan kompak.

Dari sisi panggung, denting gong waning berpadu dengan riuh tepuk tangan penonton. Alunan musik khas Maumere itu menjadi pengiring ritme gerakan para penari. Setiap perubahan formasi dan hentakan kaki disambut sorakan kagum dari penonton.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang yang hadir langsung menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal melalui ajang seperti ini. “Anak-anak kita harus mengenal dan bangga dengan tarian daerah. Ini adalah identitas kita,” katanya, disambut anggukan para orang tua yang hadir.

Tarian Hegong “Soka Toja” tidak sekadar menyajikan keindahan gerak, tetapi juga memancarkan pesan kebersamaan dan keramahan. Dalam tradisi Sikka, tarian ini digunakan untuk menyambut tamu dan mengajak mereka menari bersama, mencerminkan keterbukaan serta persaudaraan yang menjadi ciri masyarakat setempat.

Meski acara berlangsung dalam suasana kompetisi, nuansa persaudaraan tetap terasa. Sekolah-sekolah dari berbagai penjuru Kota Kupang saling memberi semangat dan apresiasi. Panggung terasa lebih sebagai ruang berbagi kegembiraan daripada arena persaingan semata.

Saat pengumuman pemenang, ketegangan pun pecah menjadi sorak kegembiraan. “Sanggar Saraswati” berhasil meraih Juara 1 utama kategori SD/MI. Prestasi ini menjadi buah manis dari kerja keras dan dedikasi seluruh tim.

Kepala Sekolah SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang NTT, Ni Nyoman Suparwati,S.Pd., dalam wawancara bersama media www.Hindukupang.com  menyampaikan rasa syukurnya. “Anak-anak tampil luar biasa. Kostum yang mencolok, gerakan yang kompak, dan penghayatan yang kuat membuat penonton betah menyaksikan hingga akhir,” ujarnya.

Penampilan itu bahkan membuat sebagian penonton ikut bergoyang mengikuti irama musik. Momen ini menjadi bukti bahwa seni tradisi masih mampu menjembatani generasi dan mempersatukan orang dari berbagai latar belakang.

Dengan prestasi tersebut, “Sanggar Saraswati” Sekolah Dasar (SD) Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang yang juga memiliki Akreditasi "A" ini akhirnya membawa Predikat Juara 1 dalam Lomba Tarian Daerah Antar Pelajar Sekolah Dasar SD/MI dan SMP/MTS seluruh Kota Kupang Tahun 2025, dan mengukir sejarah kecil di hati penonton dalam semarak sambut Dirgahayu ke 80 Tahun Kemerdekaan RI di Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam Semangat "Ayo Bangun NTT" Mereka Para Penari Sanggar Saraswati telah membuktikan bahwa seni budaya di Bumi FLOBAMORATA NTT, jika dilestarikan dengan cinta dan dedikasi, akan terus hidup di tengah masyarakat.(Guntara)

VIDEO PENAMPILAN TARIAN HEGONG SOKA HOJA DARI SANGGAR SARASWATI KUNJUNGI DISINI

Narasi dan editor : www.Hindukupang.com / K'Gun

Sumber Foto : Ni Nyoman Suparwati,S.Pd , Kepala Sekolah Dasar (SD) Adi Widyalaya Saraswati

Baca Juga : "Guru Wisesa" Gubernur NTT Bersama Wakil Gubernur NTT Buka Perayaan HUT RI ke 80 Tahun Dengan Semangat Ayo Bangun NTT Dalam Acara Kirab Budaya NTT "BaGaYa" : Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya Tahun 2025

Baca Juga : Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang NTT Angkatan II Tahun 2024 Rayakan Kenaikan Kelas dan Kelulusan dengan Pagelaran Seni dan Penghargaan, "Generasi Berkarakter, Sukses Menggapai Impian"

Baca Juga : SD Hindu Adi Widya Pasraman Saraswati Angkatan I merayakan Kelulusan 100 Persen dengan Gelar Karya dan Pentas Seni di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Kolaborasi PHDI NTT, WHDI NTT dan Dinas Kesehatan NTT Ratusan Umat Hindu Hadir di Aula El Tari Komitmen Bergerak Bersama Melawan Gizi Buruk, Edukasi Stunting dan Pentingnya Kesehatan Jiwa Sejak Dini

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi 2025 Kupang Ibukota NTT Hadirkan Pentas Seni Budaya, Refleksi, Pelayanan "Manawa Sewa, Madhawa Sewa", Dan Inspirasi Pancasila Dari Timur Nusantara


HinduKupang.com, NTT – Parade Kirab Budaya Menyambut Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 Tahun di Provinsi Nusa Tenggara Timur dibuka secara resmi oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena,S.Si.,Apt Bersama Wakil Gubernur NTT Irjen Pol.(Purn) Drs.Johanis Asadoma,S.I.K.,M.Hum, dan Ketua DPRD NTT Ibu Ir.Emelia Julia Nomleni, pada hari rabu, 13 Agustus 2025 di depan Rumah Jabatan Gubernur NTT. Hadir pula Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Franscies, S.Sos., M.Sc., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) tingkat provinsi dan kota, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Tingkat Provinsi NTT, Brimob, POLDA NTT, TNI, Drumband Siswa Siswi SMA dan SMK , Paguyuban Berbagai Etnis Sulawesi Selatan, Minangkabau, "Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK) Paguyuban Etnis Bali (Hindu) di Kupang NTT, serta Universitas di Kota Kupang, insan jurnalis pers media, dan seluruh masyarakat.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Kirab Budaya bertajuk "NTT Bagaya Merayakan Warisan Menyongsong Masa Depan", serta Mengusung tema NTT BaGaYa : “Bangun Generasi Angkat Kreativitas Yakin Berkarya”, kirab budaya yang diikuti oleh 80 peserta ini menjadi simbol kebangkitan semangat berkarya di tengah masyarakat. Kegiatan ini mencerminkan tekad bersama untuk membangun daerah melalui Budaya, kreativitas, inovasi, dan kolaborasi antara pemerintah, swasta, serta masyarakat.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni peringatan kemerdekaan. “Kirab budaya dan pameran ini adalah refleksi capaian pembangunan, wadah promosi potensi daerah, serta ruang bagi pelaku UMKM untuk menampilkan karya terbaik mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan NTT harus dibangun melalui penguatan kreativitas lokal, melestarikan budaya NTT, pengembangan ekonomi mikro, dan keterlibatan masyarakat akar rumput. “Sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan NTT yang mandiri dan berdaya saing,” tegas Gubernur NTT Melki.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menggelar Kirab Budaya bertajuk “NTT Bagaya Merayakan Warisan Menyongsong Masa Depan” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 80 kelompok peserta dari instansi pemerintahan, sekolah, dan paguyuban etnis turut ambil bagian dalam pawai budaya ini. Kirab dilepas secara resmi oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, yang mengajak seluruh masyarakat untuk mengenang perjuangan para pahlawan bangsa.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan, kemerdekaan Indonesia bukan hadiah dari penjajah, melainkan buah perjuangan panjang yang ditempa oleh pengorbanan rakyat dari berbagai suku, agama, dan latar belakang. “Kemerdekaan ini adalah bagian dari perjuangan seluruh rakyat Indonesia, termasuk rakyat Nusa Tenggara Timur,” ujarnya. Tahun ini, kirab budaya mengusung semangat baru dengan menghubungkan warisan budaya lokal dan konsep pariwisata berkelanjutan (eco-cultural tourism) yang kini menjadi tren global. Para peserta menampilkan keindahan kain tenun, musik tradisional, tarian daerah, kuliner khas, dan prosesi adat dari berbagai wilayah di NTT.

Pawai kirab dimulai dari depan Rumah Jabatan Gubernur NTT, melintasi Jalan El Tari, melewati Kuanino, dan berakhir di Gereja Katedral Kristus Raja Kota Kupang. Sepanjang rute, ribuan warga tumpah ruah menyaksikan suguhan budaya dari berbagai etnis dan daerah di NTT.

Berbagai tarian adat dipersembahkan berbagai peserta Parade berbagai pulau-pulau di Nua Tenggara Timur yaitu dari Pulau Flores, Sumba, Timor, Alor, Rote, Sabu, Lembata, dan Adonara , yang dikenal dengan sebutan FLOBAMORATA. Gerak, kostum, dan musik tradisional yang dibawakan menjadi daya tarik tersendiri, mempertegas kekayaan budaya NTT di mata publik.

Salah satu penampilan yang menyedot perhatian adalah paguyuban etnis Bali “Banjar Dharma Agung Kupang” (BDAK) yang membawakan Sendratari Ramayana. Kisah legendaris  yang sering dalam Pewayangan Nusantara ini mengisahkan perjuangan Rama yang merupakan titisan Awatara Dewa Wisnu bersama pasukan kera dan Hanoman melawan Rahwana untuk menyelamatkan Dewi Sinta. 

Paguyuban etnis Bali yaitu "Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK) sebagai perwakilan Etnis Bali (Hindu) di Kota Kupang NTT, menampilkan Sendratari RAMAYANA, yaitu kisah Rama dan Dewi Sinta, serta Rahwana dan Hanoman. Kisah Ramayana ini menceritakan Raksasa Rahwana menculik Dewi Sinta istri dari Rama, dan akhirnya terjadi perang merebut kembali Dewi Sinta di kerajaan AlengkaPura dan Rama dengan pasukan kera dan Hanonan bertempur melawan raksasa Rahwana yang kalah berperang. Akhirnya Rama berhasil berjumpa kembali dengan istrinya Dewi Sinta dan hidup berbahagia. Sendratari Ramayana diiringi Gamelan Gong "Sekehe Demen" yang dipersembahkan di hadapan Guru Wisesa, Pemimpin Daerah Gubernur NTT, Wakil Gubernur NTT , Ketua DPRD NTT dan Wakil Walikota Kupang mendapatkan tepuk tangan meriah dan apresiasi yang memukau seluruh masyarakat.

Dengan iringan gamelan gong “Sekehe Demen”, pertunjukan tersebut berhasil menghipnotis penonton, termasuk para pejabat daerah yang hadir di panggung kehormatan. Adegan pertempuran, keanggunan gerak tari, dan musik gamelan yang ritmis memancing tepuk tangan meriah dari penonton.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Franscies, memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan seluruh elemen masyarakat. “Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keberagaman budaya adalah kekuatan NTT dalam membangun masa depan,” ujarnya.

Selain kirab, rangkaian perayaan HUT RI ke-80 di NTT juga diisi dengan pameran pembangunan yang diikuti 225 stand bertempat di lapangan Hotel Harper 11-20 Agustus 2025. Stan-stan pameran ini menampilkan capaian pembangunan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTT, produk UMKM, kerajinan khas, hingga inovasi layanan publik.

Ketua Panitia yang juga Kepala Dinas Kominfo Provinsi NTT, Frederik C.P. Koenunu, menjelaskan bahwa tujuan pameran ini adalah menyampaikan capaian pembangunan, mempromosikan produk lokal, serta memperkuat kecintaan pada budaya daerah. “Pameran ini adalah ruang bersama yang menghubungkan ekonomi kreatif, UMKM, dan pelestarian budaya,” katanya.

Bagi yang tidak sempat hadir langsung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT serta Dinas Kominfo Provinsi NTT menyiarkan kirab budaya ini secara langsung melalui kanal YouTube masing-masing, Video Kunjungi Disini, agar memungkinkan masyarakat di seluruh pelosok NTT bahkan luar daerah untuk ikut merasakan kemeriahannya serta semangat Kemerdekaan "Ayo Bangun NTT".(Guntara)

Foto : Hindukupang.com / k'Gun

Editor : RyGun

Hindukupang.com : Bersama Penata Tari Sdri.Kini Kinanti Dan Kera Sakti "Hanuman" dan Rahwana Dalam Pawai Ramayana Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur , menyambut Dirgahayu Hari Kemerdekaan RI ke 80 Tahun, 13 Agustus 2025, Parade Kirab Budaya ini Dibuka Oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. 

Baca Juga : Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang NTT Angkatan II Tahun 2024 Rayakan Kenaikan Kelas dan Kelulusan dengan Pagelaran Seni dan Penghargaan, "Generasi Berkarakter, Sukses Menggapai Impian"

Baca Juga : SD Hindu Adi Widya Pasraman Saraswati Angkatan I merayakan Kelulusan 100 Persen dengan Gelar Karya dan Pentas Seni di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Kolaborasi PHDI NTT, WHDI NTT dan Dinas Kesehatan NTT Ratusan Umat Hindu Hadir di Aula El Tari Komitmen Bergerak Bersama Melawan Gizi Buruk, Edukasi Stunting dan Pentingnya Kesehatan Jiwa Sejak Dini

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi 2025 Kupang Ibukota NTT Hadirkan Pentas Seni Budaya, Refleksi, Pelayanan "Manawa Sewa, Madhawa Sewa", Dan Inspirasi Pancasila Dari Timur Nusantara

 

pensi1

HinduKupang.com - NTT, Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sukses menggelar acara Pentas Seni Perpisahan Siswa Kelas VI Angkatan III dan Kenaikan Kelas I–V. Acara bertema "Togetherness: Harmoni Kebersamaan, Melangkah Bersama, Berpisah untuk Bertumbuh" ini diselenggarakan pada Senin sore 16 Juni 2025 jam 16:30-20:00 WITA hingga malam hari bertempat di D’Art Café and Galery, Taman Dedari, Sikumana, Kota Kupang.

Acara dimulai pukul 16.30 WITA dengan registrasi undangan serta pembagian kupon oleh panitia. Para siswa dan orang tua mulai berdatangan, memenuhi lokasi acara yang telah dihias meriah dengan nuansa seni dan kebersamaan.

pensi12

Pembukaan dan dipandu oleh Master of Ceremony (MC) cilik Deva, Dena, Siswi SD Hindu Adi Widyala Saraswati dan MC Ibu Ni Kadek Ary Mayastuti. Mereka membuka acara dengan penuh semangat, dengan berbahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang menciptakan suasana akrab sejak awal kegiatan.

Acara dibuka Tari Puspanjali dari siswa kelas 3 menjadi penampilan pembuka yang memukau. Tarian tradisional ini dibawakan oleh Rain, Desyta, Legita, Shinta, dan Cheril sebagai simbol penghormatan kepada para tamu undangan dan guru-guru.

Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh dirigen Mrs. Kadek. Selanjutnya, doa dipanjatkan oleh Pinandita Bapak I Nyoman Widjana untuk memohon kelancaran acara dan keberkahan bagi seluruh peserta.

pensi9

Ketua Panitia Pentas Seni SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang Angkatan ke III, Ibu Dayu Kade Purwa Asti, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas partisipasi semua pihak. Ia juga menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana mengasah bakat , pentas seni, dan membangun rasa percaya diri siswa. Terima Kasih kepada para donatur acara dan juga rangkaian acara dengan total dana kegiatan 9,5 juta berjalan meriah. Berbagai acara pentas seni dari siswa-siswi Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang Persembahan istimewa kepada semua Bapak Ibu Guru, orang tua , tamu undangan yang hadir.

pensi11

pensi8

Ucapan selamat dan sambutan diberikan oleh Ketua Yayasan Adi Widyalaya Saraswati Kupang, Bapak I Made Suardana Putra,S,Ag. Beliau mengajak seluruh siswa untuk terus membawa semangat kebersamaan dalam perjalanan pendidikan mereka. Momen penuh makna terjadi ketika Ketua Yayasan Upanisada yang menaungi Adi Widyalaya Saraswati Kupang, Bapak Made Suardana, menyampaikan sekapur sirih. Beliau juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter dan nilai kebersamaan dalam membentuk pribadi siswa. Ketua yayasan Upanisada Pendidikan Hindu juga mengucapkan limpah terima kasih kepada para donatur tetap yayasan, dan juga para orang tua murid yang telah menyekolahkan anaknya dan juga para guru tenaga pendidik, serta berbagai organisasi Hindu Kupang NTT yang akan terus mendukung pendidikan baik TK Hindu Pratama Widyalaya Saraswati maupun SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati di Kota Kupang NTT.

Saat ini penerimaan siswa-siswi di TK Hindu Pratama Widyalaya Saraswati (Akreditasi B) dan SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati telah dibuka untuk periode 2025-2026, dan orang tua murid bisa untuk mendaftarkan anaknya di sekolah dengan Akreditasi A ini yang bertempat di Areal Pura Oebanantha, Kelurahan Fatubesi Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Atau bisa juga kunjungi sosial media di facebook dan instagram sekolah Adi Widyala Saraswati Kupang NTT.

pensi7

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, yang diwakili oleh Koordinator Pengawas Sekolah Bapak Johnny Eduard Rihi,S.Pd, yang sangat mengapresiasi kegiatan Pentas Seni SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang Angkatan ke III ini. Sekolah ini merupakan sekolah terbaik yang memiliki Akreditasi A, ungkap Johnny yang disambut tepuk tangan para tamu undangan. Koordinator Pengawas Sekolah Bapak Johnny Eduard Rihi,S.Pd juga menyampaikan Sekolah Dasar SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang NTT yang telah memiliki Akreditasi A , bisa sangat membantu dikemudian hari untuk melanjutkan ke jenjang SMP yang juga akreditasi A, dan sekolah dimanapun akan sangat senang menerima siswa-siswi yang memiliki Akreditasi terbaik dari sekolah sebelumnya, bahkan SMP dan SMA yang terbaik selalu menanti kedatangan dari sekolah dengan Akreditasi tertinggi.

 pensi6

Sambutan Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT, Bapak I Wayan Budiantara,S.Ag.,M.Fil.H juga mengatakan hadirnya SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur ini menjadi perekat toleransi Agama dan semangat keberagaman, bahkan Kota Kupang NTT masuk menjadi 10 besar dalam indeks toleransi terbaik secara Nasional, yang disambut dengan tepuk tangan para tamu undangan. Beliau mengapresiasi kontribusi sekolah dalam mendidik Sumber Daya Manusia (SDM) generasi cilik dan remaja Hindu serta generasi muda Hindu Kupang yang berprestasi dan berkarakter.

Pembimas Hindu NTT Wayan Budiantara juga mengucapkan selamat kepada para siswa-siswi yang telah tamat dari SD Adi Widyalaya, dan bisa melanjutkan ke Madya Widyalaya (SMP Hindu) ataupun utama Widyalaya (SMA Hindu) bahkan Hingga jenjang Universitas Hindu atau Sekolah Tinggi Hindu dimanapun berada. Beliau juga memberikan apresiasi terhadap peran SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati yang bernaung melalui Yayasan Upanisada Pendidikan Hindu Kupang NTT dalam pembinaan siswa-siswi Hindu , maupun anak murid yang berprestasi, serta selalu memperhatikan kesejahteraan para guru tenaga pengajar pendidikan. Pembimas Hindu NTT Wayan Budiantara juga akan memperjuangkan PPG Guru bagi Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang agar bisa segera meningkatkan kompetensi Guru dan juga kesejahteraan para tenaga pendidik.

pensi2

Prosesi pelepasan siswa-siswi kelas VI sebanyak 5 orang menjadi momen yang membanggakan serta penuh rasa haru. Para siswa-siswi satu per satu dipanggil, diberi kenang-kenangan, dan berfoto bersama guru, Kepala Sekolah, serta tokoh-tokoh Organisasi dan Lembaga Hindu yang hadir serta tokoh pendidikan yang hadir. Nama - Nama Siswa-Siswi Kelas VI (6) yang lulus dari Sekolah Dasar SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur 2024-2025 yaitu : 

1. I Made Satya Adiharsa Putra
2. I Kadek Anantawijaya Putra
3. I Wayan Rahadya Avend Kesumajaya
4. Ni Komang Vanita Juana Axwi
5. Rizky Rachman Hadi

pensi1

Adapun yang memberikan selamat dan piagam serta penyerahan cinderamata kepada para Siswa-Siswi kelas VI yang lulus diantaranya adalah Kepala Sekolah Dasar (SD) Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang NTT Ibu Ni Nyoman Suparwati,S.Pd, Ketua Yayasan Upanisada Pendidikan Hindu Bapak I Made Suardana Putra,S.Ag, Ketua WHDI Kota Kupang Ibu Jero Gede dr.Dewa Ayu Putu Shinta Widari,Sp.KJ.,MARS, Koordinator Pengawas Sekolah Bapak Johnny Eduard Rihi,S.Pd, Pembimas Hindu NTT Kanwil Kementerian Agama NTT Bapak I Wayan Budiantara,S.Ag.,M.Fil.H, Penyelenggara Hindu Kota Kupang Bapak I Gusti Putu Wirata,S.Ag, Ketua Banjar Dharma Agung Kupang (BDAK) Bapak AKBP.Gede Arya Bawa, Sekretaris PHDI NTT Bapak Prof.Dr.Ir.I Gusti Bagus Adwita Arsa,M.P, Komite Sekolah Hindu Bapak Jero Gede Dr.dr.Dewa Putu Sahadewa,Sp.OG,Subsp.Obginsos. Suasana semakin mengharukan saat prosesi pelepasan siswa kelas VI dilakukan. Diiringi puisi dan lagu persembahan, para siswa kelas VI tampil satu per satu untuk menerima penghargaan dan berfoto bersama dengan para guru dan tamu kehormatan.

pensi4

pensi13

pensi3

Tangis haru mewarnai suasana saat pesan dan kesan dari perwakilan siswa kelas VI dibacakan. Kemudian dilanjutkan sujud sungkem penghormatan para siswa-siswi kepada orang tua maupun guru-gurunya.

Acara berlanjut dengan persembahan puisi dan tarian dari siswa kelas 6 dan 3. Setelah itu, pengumuman peringkat tiga besar di setiap kelas 1-5 dilakukan oleh MC, disertai sesi foto bersama siswa berprestasi.

pensi5

Foto Hindukupang.com : pesan dan kesan dari perwakilan siswa kelas VI dibacakan serta ucapan terima kasih kepada bapak dan ibu guru

Penampilan Pentas Seni dari Sekolah Dasar Hindu (SD) Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang, berbagai kelas turut memeriahkan acara. Kelas 1 dan 2 mempersembahkan gerak tari dan lagu dengan pianika. Kelas 3 persembahan Tarian Genjek yang memukau tamu undangan. Siswa-Siswi Kelas 4 persembahan Dance tarian, Kemudian kelas 5 mempersembahkan Drama dengan topik "Bullying" yang harus diantisipasi di sekolah dan atensi dari para tenaga pendidik dan pengajar. Mulai dari tarian, musikalisasi puisi, hingga drama siswa kelas 1-6 menunjukkan kekayaan talenta siswa-siswi SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati.

pensi12

Penampilan lagu “Selalu Ada di Nadimu” yang dibawakan oleh Sweeta, Dibya, menggugah emosi para hadirin. Persembahan Pianika dari kelas 2 serta Tarian (Dance) dari siswa kelas 4, dan juga Drama dari kelas 5 menjadi penutup rangkaian pentas seni yang penuh warna dan makna dalam acara Pentas seni SD Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Setelah acara sesi foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan, dilanjutkan dengan doa makan dan makan malam bersama yang disiapkan oleh bagian konsumsi. Suasana kekeluargaan sangat terasa selama jamuan makan berlangsung.

Sebelum penutupan, panitia membagikan doorprize yang menambah semarak acara. Tepat pukul 20.00 WITA, acara ditutup secara resmi dengan foto bersama di Photo booth. Panitia pentas seni menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan semua pihak dan harapan agar nilai-nilai kebersamaan yang tertanam melalui acara ini terus tumbuh dalam diri setiap siswa. Para siswa, guru, dan orang tua pulang membawa kenangan manis dan harapan akan masa depan yang cerah.(Kgun/HinduKupang)

Sumber dan Narasi : Rary Triguntara

Sumber Foto : Hindukupang.com / RyGuN

VIDEO Live Streaming POS KUPANG Bisa : Kunjungi Disini

 pensi10

Baca Juga : Sekolah Dasar Hindu Adi Widyalaya Saraswati Kupang NTT Angkatan II Tahun 2024 Rayakan Kenaikan Kelas dan Kelulusan dengan Pagelaran Seni dan Penghargaan, "Generasi Berkarakter, Sukses Menggapai Impian"

Baca Juga : SD Hindu Adi Widya Pasraman Saraswati Angkatan I merayakan Kelulusan 100 Persen dengan Gelar Karya dan Pentas Seni di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama

Baca Juga : Hindu Kupang "PEKA Peduli Kasih" Salurkan Bantuan untuk Keluarga Disabilitas, Seimbangkan Yadnya dan Kemanusiaan Wujudkan Tri Hita Karana

Baca Juga : Berita dan informasi Hindu Kupang dan Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Hindu Dharma di Nusantara Indonesia

Baca Juga : Kolaborasi PHDI NTT, WHDI NTT dan Dinas Kesehatan NTT Ratusan Umat Hindu Hadir di Aula El Tari Komitmen Bergerak Bersama Melawan Gizi Buruk, Edukasi Stunting dan Pentingnya Kesehatan Jiwa Sejak Dini

Baca Juga : Dharma Santi Nyepi 2025 Kupang Ibukota NTT Hadirkan Pentas Seni Budaya, Refleksi, Pelayanan "Manawa Sewa, Madhawa Sewa", Dan Inspirasi Pancasila Dari Timur Nusantara