
Hindukupang.com – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) yang jatuh pada 12 Februari 2026 mendatang, WHDI Kota Kupang menggelar turnamen bulu tangkis di Lapangan Puku Puku Arena, Oesapa, Minggu (8/2/2026).
Acara yang dimulai tepat pukul 08.30 WITA ini dibuka secara resmi oleh Ketua WHDI Kota Kupang, dr. Dewa Ayu Putu Shinta Widari, Sp.KJ. Pembukaan ditandai dengan dimulainya pertandingan di tiga lapangan secara bersamaan yang diikuti oleh para peserta dengan penuh antusias.

dr.Dewa Ayu Putu Shinta Widari,Sp.KJ, Ketua WHDI Kota Kupang
Fisik Sehat, Jiwa Kuat
Dalam Segalanya, dr. Shinta Widari menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental. Menurutnya, olahraga merupakan sarana yang tepat untuk mengimplementasikan prinsip Mens Sana in Corpore Sano .
"Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyehatkan badan, tetapi juga memperkuat jiwa. Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat," ujar pakar kedokteran jiwa tersebut di sela-sela pembukaan turnamen.
Kegiatan serupa tidak hanya terbatas pada cabang olahraga seperti bulutangkis, namun juga merambah ke bidang seni budaya.
Wacana pengembangan ke arah PORSENI ini bertujuan untuk mewadahi minat dan bakat umat dalam spektrum yang lebih luas. Selain mengasah ketangkasan fisik melalui berbagai cabang olahraga, ajang ini nantinya diproyeksikan menjadi panggung bagi seni religius dan tradisional.

Langkah ini dinilai sebagai strategi dalam menjaga eksistensi budaya Bali dan Hindu di tanah NTT, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarumat melalui kompetisi yang sehat dan kreatif.

Puncak Acara dan Penganugerahan Pemenang
Kegiatan yang berlangsung meriah di Puku Puku Arena ini ditutup pada siang hari dengan upacara penyerahan penghargaan. Suasana penuh haru dan bangga mengukur prosesi pembagian piala serta medali kepada para pemenang lomba bulu tangkis.
Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas sportivitas dan kerja keras para atlet selama bertanding di lapangan. Penyerahan medali ini sekaligus menandai suksesnya rangkaian peringatan HUT WHDI ke-38 yang mampu memadukan aspek kesehatan, ekonomi kreatif, dan semangat kebersamaan.
Dengan berakhirnya turnamen ini, panitia berharap semangat "Sehat, Kuat, Semangat" tetap tertanam dalam jiwa setiap peserta hingga ajang yang lebih besar terlaksana di masa mendatang.
Geliat Ekonomi Kreatif
Berdasarkan pantauan media HinduKupang.com , turnamen ini diikuti oleh sedikitnya 21 pasangan ganda . Persaingan sengit namun sportif tampak memenuhi atmosfer Puku Puku Arena sejak pagi hari.
Menariknya, kemeriahan HUT WHDI kali ini tidak hanya mengacu pada bidang olahraga. Pihak panitia juga melibatkan berbagai UMKM Hindu di Kupang untuk menjajakan produk kuliner dan kesehatan. Pengunjung dapat menikmati aneka hidangan seperti bakso, soto, rujak buah, hingga bubur kacang hijau dan minuman kesehatan.
”Selain berolahraga, kami ingin menggiatkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM Hindu. Ini adalah langkah nyata dalam mendukung kemandirian ekonomi umat,” dr. Shinta.
#Pukupukuarena #WHDIKotaKupang #Hindukupang #OlahragaBali #HUTWHDI38
- Details
- Written by Admin
- Category: Kegiatan
- Published: 08 February 2026
- Hits: 543


















- Details
- Written by Admin
- Category: Kegiatan
- Published: 11 January 2026
- Hits: 303

HinduKupang.com, NTT — Organisasi dan lembaga Hindu di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti Lokakarya Penguatan Pendidikan, Ekonomi, Kelembagaan, dan Ritual sebagai Tiang Penyangga Utama Pembangunan Manusia Hindu Seutuhnya di NTT. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi NTT ini berlangsung di Aula Jayaphita Guesthouse, Kota Kupang, pada Minggu (14/12/2025), pukul 08.30 hingga 15.30 WITA. Acara yang dipandu oleh Master of Ceremony (MC) Ni Kadek Adnyani Puspitasari, dimulai dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya oleh semua peserta Lokakarya , dan Doa Hindu yang dipimpin oleh Pinandita I Putu Abdi Riadi, kemudian Lokakarya dibuka secara resmi oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr.Ir.Wayan Darmawa,MT.
Lokakarya tersebut dihadiri sekitar 108 peserta yang berasal dari berbagai organisasi dan lembaga Hindu sebanyak 33 lembaga yang ada di kota kupang dan Wilayah Provinsi NTT, termasuk perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Timor Tengah Utara , PHDI kabupaten Kupang serta PHDI dari wilayah lain di daratan Pulau Timor.


Ketua Panitia, Dr.dr.Dewa Putu Sahadewa,Sp.OG, dalam wawancara bersama media Hindukupang.com menyampaikan bahwa lokakarya ini didukung oleh anggaran Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kanwil Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi NTT. Ia menegaskan bahwa hasil kajian dari masing-masing kelompok kerja (Pokja) diharapkan dapat menjadi pedoman strategis bagi pembinaan dan penguatan umat Hindu di NTT. “Lokakarya ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga menghasilkan rumusan yang aplikatif untuk pengembangan keumatan Hindu di NTT,” ujarnya. Kemudian Kegiatan Lokakarya PHDI NTT ini diharapkan menghasilkan pokok pikiran dan garis besar program yang bisa dilaksanakan lembaga, dalam tetap koordinasi antar lembaga jadi tidak ada ego sektoral diantara organisasi hindu di NTT, ungkap Dr.Sahadewa. Output Lokakarya berupa kertas kerja dan makalah berupa rumusan 4 Pilar Tiang Penyangga Manusia Hindu NTT yang sudah disepakati bersama, ruang lingkupnya mencakup PHDI kabupaten Kupang, PHDI Kota Kupang, PHDI Kabupaten TTS, hadir juga PHDI TTU serta wilayah PHDI NTT lainnya.
Sementara itu, Ketua PHDI NTT, Dr. Ir. Wayan Darmawa, MT, dalam sambutannya menjelaskan bahwa tujuan utama lokakarya ini adalah untuk memperoleh gambaran yang utuh dan komprehensif mengenai kondisi pendidikan, ekonomi, kelembagaan, dan ritual umat Hindu di NTT. Keempat aspek tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bersama atau role model sebagai pilar utama pembangunan manusia Hindu yang berkelanjutan di daerah ini.


Lokakarya menghadirkan sejumlah pemateri narasumber kompeten sesuai bidang masing-masing, yakni Jero Gede I Made Suparta sebagai narasumber Pokja Ritual, Dr.Made Susilawati,SE.,MM sebagai narasumber Pokja Ekonomi, Prof.Dr.I Gusti Bagus Arjana sebagai narasumber Pokja Pendidikan, serta Dr.Ir.Wayan Darmawa,MT sebagai narasumber Pokja Kelembagaan.
Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari, pantauan media Hindukupang.com membahas berbagai aspek kelompok Kerja (Pokja). Adapun Hasil dari pembahasan berbagai 4 kelompok Kerja (PokJa) dan rekomendasinya yaitu :
I. Pokja Bidang Ritual Hindu
Pleno Kelompok Kerja Bidang Ritual Hindu menghasilkan kesepakatan penting terkait klasifikasi dan tata pelaksanaan yadnya pada dua jenis pura, yakni Pura Swagina dan Pura Jagatnatha. Pembagian ini dimaksudkan untuk memberikan kejelasan dan keseragaman dalam pelaksanaan upacara keagamaan Hindu agar sesuai dengan fungsi, kedudukan, dan karakteristik masing-masing pura.
Dalam pembahasan piodalan, pleno menetapkan klasifikasi Pujawali Alit, Jelih, dan Nadhi, dengan penekanan bahwa Pujawali Nadhi berkaitan langsung dengan momentum pertemuan purnama. Penetapan besaran upacara juga menjadi perhatian, guna memastikan pelaksanaan yadnya (upacara Hindu) tetap berlandaskan prinsip kesederhanaan, ketepatan sastra, serta kemampuan umat.

Pokja juga merekomendasikan penyusunan dua buku pedoman, yakni buku Upacara Dewa Yadnya dan Pedoman Upakara sarana prasarana Yadnya, yang disusun sesuai jenis yadnya dan telah melalui konsultasi dengan Ida Bhawati. Dua buku ini dirancang sebagai acuan resmi dalam pelaksanaan pujawali di Pura Swagina dan Pura Jagatnatha.
Selain itu, pleno menekankan pentingnya pembentukan Lembaga Sarati Banten di tingkat provinsi serta kabupaten/kota untuk mendukung standarisasi dan ketersediaan sarana upakara. Pedoman tentang pemuput, penganteb, serta manggala yadnya juga ditegaskan, termasuk pengaturan kepemimpinan upacara, di mana Ida Rsi memimpin yadnya utama tingkatan PuLaGembaL, sementara pelaksanaan teknis selain tingkatan PuLagembaL maka dapat dipimpin oleh Jero Gede , Ida Bhawati dan Pinandita.
Aspek pembinaan spiritual turut diperhatikan melalui penyerahan dharma wacana kepada masing-masing pengempon pura, agar persembahyangan dapat berjalan lebih tertib, khusyuk, dan sesuai tuntunan. Keseluruhan rekomendasi ini disimpulkan dalam dua buku utama yang menjadi pedoman pujawali, sebagaimana ditegaskan oleh Jero Gede I Made Suparta.
Rangkuman Pokja Ritual Hindu
Pleno menetapkan pembagian yadnya berdasarkan jenis pura, klasifikasi piodalan dan pujawali, penyusunan dua buku pedoman upacara dan upakara, penguatan lembaga sarati banten, serta kejelasan peran pemuput dan pemimpin yadnya demi keseragaman dan ketertiban ritual Hindu.

II. Pokja Pendidikan
Kelompok Kerja Pendidikan dalam rapat pleno yang dipimpin Prof.I Gusti Made Ngurah Budiana dan didampingi Prof.I Gusti Bagus Arjana serta Prof.I Gusti Bagus Adwita Arsa menegaskan penguatan pendidikan Hindu melalui jalur formal, nonformal, dan informal sebagai satu kesatuan yang berkelanjutan. Salah satu fokus utama adalah keberlanjutan peran Dewan Penyantun hingga tahun 2026.
Pleno merekomendasikan standarisasi pembelajaran Hindu lintas kabupaten/kota, termasuk pengembangan media pembelajaran yang adaptif terhadap kemajuan teknologi. Penegerian Adi Widyalaya SD Hindu Saraswati dan Pratama Widyalaya TK Hindu Saraswati menjadi agenda strategis, disertai dengan penyusunan kompetensi guru serta pelaksanaan workshop pembelajaran digital.
Dalam aspek sarana, Pokja mendorong pembangunan sekolah melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pengajuan proposal kepada Wali Kota Kupang dan Direktorat Jenderal Bimas Hindu. Sementara itu, pendidikan informal diarahkan pada penguatan peran keluarga dalam menanamkan militansi dan pemahaman nilai-nilai Hindu.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok lansia melalui program motivasi dan penyegaran spiritual. Ke depan, penyediaan media digital ajaran Dharma yang dapat diakses umat direncanakan pada 2027, seiring optimalisasi komunikasi melalui grup-grup komunitas whatsapp Hindu.
Penguatan SDM Hindu Dharmika diwujudkan melalui pengaktifan kembali pesantian, penjaringan kader Utsawa DharmaGita (UDG) dan Dharma Wacana, serta kembali melaksanakan pasraman kilat sebagai ruang pembinaan intensif umat dan generasi penerus Hindu Kupang NTT.
Rangkuman Pokja Pendidikan
Pokja Pendidikan menekankan standarisasi pembelajaran, peningkatan kualitas guru, penguatan pendidikan keluarga dan lansia, pemanfaatan media digital, serta kaderisasi SDM Hindu melalui pesantian dan pasraman kilat.




III. Pokja Ekonomi
Pokja Ekonomi dalam pleno yang dipimpin Dr. Made Susilawati menghasilkan rekomendasi yang dinilai dinamis dan progresif. Fokus utama diarahkan pada pencapaian kemandirian ekonomi umat melalui tiga pilar, yakni ekonomi individu, ekonomi lembaga, dan ekonomi usaha baru.
Pleno mendorong pemenuhan sarana dan prasarana upacara melalui pembelian produk umat sendiri, sebagai upaya memperkuat sirkulasi ekonomi internal. Kemunculan pedagang baru kebutuhan upakara serta pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan umat juga menjadi prioritas.
Untuk menjamin keberlanjutan, Pokja merekomendasikan formulasi tata kelola organisasi ekonomi yang jelas, disertai panduan, pendataan mata pencaharian, serta bimbingan teknis bagi individu dan lembaga. Inventarisasi dan optimalisasi aset lembaga turut ditekankan.
Aspek akuntabilitas diperkuat melalui pengawasan, evaluasi, dan audit pengelolaan dana umat. Literasi ekonomi dan gerakan punia bersama diintegrasikan dengan pembelajaran Hindu, termasuk keterkaitannya dengan kebijakan BDDN.
Rangkuman Pokja Ekonomi
Pokja Ekonomi menargetkan kemandirian ekonomi umat melalui penguatan usaha individu dan lembaga, tata kelola transparan, optimalisasi aset, serta literasi ekonomi berbasis nilai-nilai Dharma atau disebut "Dharmanomic".




IV. Pokja Kelembagaan
Pokja Kelembagaan yang dipimpin Dr. Wayan Darmawa menekankan pentingnya penyesuaian tugas struktur lembaga Hindu dengan program Asta Cita, agar selaras dan tidak terjadi tumpang tindih tugas pokok dan fungsi. Transparansi administrasi menjadi prinsip dasar yang ditekankan.
Pleno mendorong kolaborasi lintas lembaga Hindu di NTT dengan pendekatan terpadu, berbasis kajian dan pengalaman kolaborasi yang telah berhasil. Terobosan dalam perencanaan bersama dan penyatuan sumber pendanaan dalam satu wadah dinilai mendesak.



Optimalisasi peran PHDI NTT sebagai majelis tertinggi umat Hindu ditegaskan, termasuk penataan hierarki kelembagaan, mekanisme penetapan kebijakan, dan resolusi konflik. Organisasi lain diposisikan sebagai pelaksana teknis.
Pembatasan rangkap jabatan maksimal dua posisi, penjaringan calon pemimpin melalui tempekan di tingkat kabupaten/kota, serta penetapan iuran keumatan sebagai anggota PHDI menjadi rekomendasi tegas. Pengempon pura ditetapkan melalui SK PHDI Kota Kupang, disertai kewajiban upacara rutin dan pemeliharaan fisik pura.
Setiap kesepakatan diwajibkan disertai pakta integritas, pembentukan forum simakrama tahunan, serta perencanaan lokasi sekretariat bersama (sekber) sebagai pusat koordinasi umat Hindu.
Rangkuman Pokja Kelembagaan
Pokja Kelembagaan merekomendasikan penataan struktur organisasi Hindu NTT, penguatan peran PHDI, kolaborasi lintas lembaga, pembatasan rangkap jabatan maksimal 2, serta pembentukan sekretariat bersama (SekBer) dan forum Simakrama pertemuan tetap umat minimal setahun sekali.
Melalui forum ini, PHDI NTT berharap terbangun sinergi yang kuat antar lembaga Hindu dalam memperkuat fondasi pembangunan manusia Hindu yang berkarakter, mandiri secara ekonomi, kokoh secara kelembagaan, serta berakar pada nilai-nilai ritual dan spiritual Hindu di Nusa Tenggara Timur.(kgun)
Editor, Sumber dan Foto : Hindukupang.com / RyGun
Lokakarya Pemateri 4 Narasumber dan Google Drive Link Download Pembahasan : Kunjungi Disini
Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama Dari Nusa Tenggara Timur Teguhkan Persatuan Gotong Royong Dan Komitmen Kemanusiaan
Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando
Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”
Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama
- Details
- Written by Admin
- Category: Kegiatan
- Published: 14 December 2025
- Hits: 515

HinduKupang.com, NTT - Kegiatan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung khidmat di Aula Rumah Jabatan Gubernur pada Kamis, 10 Desember 2025. Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT Irjen Pol.(Purn) Dr.Drs.Johni Asadoma,S.I.K.,M.Hum, Ketua DPRD NTT Ir.Emelia Julia Nomleni, Kapolda NTT Irjen Pol.Dr.Rudi Darmoko,S.I.K.,M.Si, Komandan KODAERAL VII Laksda TNI Joni Sudianto,CHRMP.,M.Tr.Opsla, Komandan Korem 161 Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono, Komandan LANUD El Tari Kupang Marsma TNI Somad,S.I.P, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT Roch Adi Wibowo,S.H.,M.H, dan Pengadilan Tinggi NTT, Tim Penggerak PKK NTT, unsur Forkopimda NTT, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Para Pimpinan dan Tokoh Agama, komunitas pemuda, insan pers media, Perbankan, hingga berbagai organisasi masyarakat dan Tamu Undangan. Kehadiran lintas elemen tersebut mencerminkan komitmen kolektif pemerintah daerah dalam memperkuat persatuan serta meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika nasional.

Doa bersama dipimpin secara berurutan oleh lima tokoh agama yaitu Ketua SINODE GMIT (Kristen Protestan) Pendeta Samuel Benyamin Pandie,S.Th, kemudian Keuskupan Agung Kupang (Katolik), MUI NTT (Islam), Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi NTT Dr.Ir.Wayan Darmawa,MT, dan Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) NTT Indra Effendy, ini sebagai simbol harmoni dalam keberagaman yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat NTT. Seusai doa, peserta menyanyikan lagu Padamu Negeri dan Indonesia Pusaka, menegaskan kembali rasa cinta tanah air dan kesetiaan menjaga keutuhan bangsa.


Dalam sambutannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena,S.Si.,Apt menyampaikan duka mendalam atas bencana alam yang menimpa masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November. Ia menekankan bahwa situasi tersebut membutuhkan persatuan, dukungan, dan doa dari seluruh elemen bangsa. Gubernur NTT Melki juga mengapresiasi solidaritas masyarakat NTT yang telah menyalurkan bantuan ke tiga provinsi terdampak, yaitu Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat sebagai wujud kepedulian antar daerah.

Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan pentingnya gotong royong dan kolaborasi pemangku kepentingan dalam membantu para korban bencana, tidak hanya melalui bantuan materi, tetapi juga melalui kekuatan doa dan dukungan moral. Pemerintah Provinsi NTT juga menyalurkan bantuan 1,5 miliar rupiah bagi para korban bencana di 3 provinsi di Pulau Sumatera. Ia menyebut Provinsi Nusa Tenggara Timur telah memberikan contoh konkret penguatan persatuan dengan berkoordinasi langsung bersama para gubernur dari wilayah terdampak untuk menyalurkan bantuan secara terorganisir.

Acara Ramah Tamah Forkompinda NTT, bersama Para Tokoh Agama NTT, dan bertepatan 10 Desember 2025, Hindukupang.com mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena ke 49 Tahun, Semangat "Ayo Bangun NTT."

Menutup sambutannya, Gubernur NTT Melki mengajak masyarakat dan jajaran pemerintah untuk tetap waspada menghadapi musim penghujan serta bekerja sama mencegah dan menangani potensi bencana alam di wilayah NTT. Ia menegaskan bahwa mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi tanggung jawab bersama demi keselamatan masyarakat di wilayah 22 Kabupaten dan Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Doa bersama ini dipandang sebagai ruang pemulihan dan penguatan batin bagi bangsa yang tengah dirundung duka, sekaligus menjadi momen penyatuan harapan agar keselamatan tercurah bagi Provinsi NTT dan seluruh Indonesia. Melalui kegiatan ini, nilai persatuan dan solidaritas kembali ditegaskan sebagai fondasi ketahanan sosial masyarakat.(kgun)
Editor, Sumber dan Foto : Hindukupang.com , Humas NTT dan melkilakalena.official
Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando
Baca Juga : Bhakti Untuk Regenerasi, MPAB ke XX Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT : "Melahirkan Kader Hindu Berjiwa Pemimpin”
Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama
- Details
- Written by Admin
- Category: Kegiatan
- Published: 10 December 2025
- Hits: 539

Hindukupang.com, NTT - Kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) ke XX Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD.KMHDI) Provinsi Nusa Tenggara Timur berlangsung khidmat dan penuh semangat di Aula Serbaguna Pura Oebanantha, Kota Kupang, Sabtu (8/11/2025). Acara yang mengusung tema “Bhakti untuk Regenerasi : Melahirkan Kader Hindu yang Berjiwa Pemimpin” ini menjadi momentum penting bagi organisasi mahasiswa Hindu di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam mencetak generasi muda yang berkarakter dan berjiwa kepemimpinan. Acara Pembukaan MPAB ini dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswi baru dari berbagai kampus dan universitas, Pengurus PD.KMHDI NTT, Demisioner dan Alumni KMHDI, serta seluruh Kader Mahasiswa Mahasiswi Hindu PD.KMHDI NTT.
Ketua Panitia MPAB ke XX PD.KMHDI NTT, sdri.Ni Putu Diah Indriswari Devi, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang merupakan agenda rutin tahunan Mahasiswa-Mahasiswi Hindu PD.KMHDI NTT. Ia menegaskan, MPAB ke XX tidak hanya menjadi ajang penerimaan anggota baru, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai "Sanatana Dharma" keHinduan, semangat Dharma Agama dan Dharma Negara, serta rasa cinta terhadap tanah air.


“Kegiatan ini menjadi wujud nyata langkah strategis dalam mencetak kader Hindu yang berintegritas, berkarakter, serta memiliki semangat kepemimpinan dan tanggung jawab terhadap organisasi maupun masyarakat,” ujar Diah Devi di hadapan peserta, pengurus, alumni, dan tamu undangan.
Dalam kesempatan tersebut, Diah Devi juga menjelaskan bahwa kegiatan MPAB diselenggarakan berkat dukungan penuh dari kas PD.KMHDI NTT. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan acara hingga berjalan dengan baik dan lancar.

“Saya haturkan terima kasih kepada teman-teman panitia yang telah bahu membahu mempersiapkan kegiatan ini, serta telah mempercayakan saya sebagai ketua panitia. Mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana MPAB. Diah Devi dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang berkontribusi dalam terselenggaranya MPAB ke XX. Ia menekankan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan empat jati diri KMHDI yang menjadi pedoman pengembangan diri setiap kader.

Suasana Kegiatan MPAB Ke XX yang dipandu oleh MC Acara sdr.Dewa Baskara, hangat penuh semangat kebersamaan mewarnai pelaksanaan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) ke XX Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD.KMHDI) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan berlangsung di Aula Serbaguna Pura Oebanantha, Kota Kupang, pada Sabtu, 8 November 2025, pukul 08.00 hingga 16.00 WITA. Puluhan mahasiswa Hindu dan para Kader PD.KMHDI NTT dari berbagai perguruan tinggi di Kupang tampak antusias mengikuti kegiatan yang menjadi gerbang awal proses kaderisasi organisasi tersebut.



Dalam sambutannya, Ketua PD.KMHDI NTT, I Putu Eka Saputra, secara resmi membuka kegiatan sekaligus menegaskan pentingnya regenerasi kader sebagai bentuk keberlanjutan organisasi. Kegiatan MPAB dengan total peserta mahasiswa baru 9 orang yang berasal dari berbagai kampus dan universitas ini, menurutnya, MPAB bukan sekadar seremoni penerimaan anggota baru, melainkan momentum bagi generasi muda Hindu untuk menanamkan nilai-nilai dasar perjuangan organisasi dan memperkuat rasa persaudaraan antar sesama mahasiswa Hindu di NTT.

Kegiatan turut dihadiri oleh Ketua Forum Alumni KMHDI NTT, Dr.I Putu Yoga Bumi Pradana,S.Sos.,M.Si, yang memberikan sambutan sekaligus menyerahkan punia atau donasi sebagai bentuk dukungan moral dan material bagi proses kaderisasi. Dalam kesempatan itu, ia berpesan agar mahasiswa Hindu mampu menjadi agen perubahan yang berjiwa pemimpin serta berkarakter sesuai nilai-nilai Dharma. Ketua FA.KMHDi NTT Putu Yoga Pradana juga mengungkapkan jadikan laboratorium KMHDI NTT ini untuk menjadi proses pembelajaran, guna menjadi pemimpin di masa depan, baik dalam dunia kerja maupun dalam mengasah potensi diri para mahasiswa-mahasiswi Hindu, serta jangan pernah ragu bertanya kepada para alumni-alumni KMHDI NTT yang telah merintis organisasi ini sejak 1993.

Alumni KMHDI NTT, Rary Triguntara,S.KM juga dalam sesi perkenalan bersama para kader mahasiswa Hindu Kupang NTT mengatakan, selamat berproses di wadah organisasi Hindu tingkat nasional KMHDI, teruslah menempa diri, membangun relasi dan belajar berbagai hal, guna mengasah jiwa berorganisasi baik internal keumatan maupun eksternal kemasyarakatan. Kemudian Kak Guntara juga membagikan kado aplikasi (Apps) Hindu di google playstore kepada para kader Mahasiswa PD.KMHDI dan langsung terinstal dalam perangkat gadget android masing-masing peserta yaitu aplikasi "Bhagawad Gita" dan "Mantra Hindu" yang bisa membantu meningkatkan keimanan Sradha Bhakti, mengasah kecerdasan spiritual / Spiritual Quotient (SQ) bagi para kader PD.KMHDI NTT.

Dengan mengusung tema “Bhakti untuk Regenerasi : Melahirkan Kader Hindu yang Berjiwa Pemimpin”, kegiatan ini diharapkan melahirkan kader-kader muda-mudi Mahasiswa Hindu yang tangguh, berintegritas, dan siap mengabdi bagi masyarakat serta agama. Serangkaian sesi pengenalan, diskusi, dan pembinaan dilakukan untuk menanamkan semangat pengabdian dan kebersamaan di antara para peserta.
Kegiatan MPAB ke XX juga menjadi ruang konsolidasi dan pengakraban antara pengurus, anggota, serta alumni PD.KMHDI NTT, dalam rangka memperkuat solidaritas dan memperkokoh semangat regenerasi organisasi. Acara ditutup dengan ungkapan syukur dan foto bersama, menandai dimulainya proses pembinaan kader baru Pimpinan Daerah KMHDI NTT, dengan semangat "Hanya Kebenaran yang pasti menang bukan ketidakbenaran" tercantum dalam pustaka suci Hindu Mundaka Upanisad III.1.6 yaitu : "Satyam Eva Jayate" Jaya.(Kgun)
Sumber Foto : Rygun, HinduKupang.com dan PD.KMHDI NTT

Baca Juga : Doa Bersama Lintas Agama di NTT : Pesan Damai untuk Indonesia dari Gedung Sasando
Baca Juga : Sharing Dharma "ShaDhar" Hindu Kupang NTT, Kemanusiaan yang Menyala di Bawah Terang Purnama
- Details
- Written by Admin
- Category: Kegiatan
- Published: 08 November 2025
- Hits: 569

















.jpg)









