Home
Rangkaian Kegiatan Nyepi Tahun Baru Saka 1947 di Kota Kupang Tahun 2025

Hindukupang.com – NTT, Umat Hindu di IbuKota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, telah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947. Kegiatan ini mencerminkan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta penyucian diri menuju tahun baru dalam kalender Saka. Berikut rangkaian acara yang telah dijadwalkan:
Saka Boga Sevanam : Berbagi dan Berbuka Puasa Bersama
Pada 22 Maret 2025, umat Hindu melaksanakan kegiatan sosial "Saka Boga Sevanam", yaitu berbagi makanan dan berbuka puasa bersama di Masjid Nurul Hidayah, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang NTT. Acara ini menjadi simbol toleransi dan kebersamaan antarumat beragama, mempererat persaudaraan serta semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Aksi Donor Darah
Sebagai bagian dari kepedulian sosial, aksi "Donor Darah" digelar pada 23 Maret 2025 di Wantilan Pura Oebanantha, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang NTT. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan 66 kantong darah, yang nantinya akan disalurkan kepada yang membutuhkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) NTT. Partisipasi aktif umat Hindu dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen mereka terhadap kemanusiaan.
Pemasangan Penjor Hias Sambut Nyepi
Pada 25 Maret 2025, umat Hindu di Kota Kupang mulai memasang "Penjor hias" di sepanjang Jalan El Tari sebagai simbol penyambutan Hari Suci Nyepi. Penjor, yang merupakan bambu berhiaskan janur dan berbagai ornamen khas Hindu, melambangkan ungkapan syukur serta penghormatan kepada Brahman, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Kuasa.
Upacara Melasti, Penyucian Diri dan Alam
Upacara Melasti yang dilaksanakan pada 26 Maret 2025 pukul 14.00 WITA di Pura Manik Segara, yang berada di areal Pantai Pura Oebanantha, Kota Kupang, berlangsung dengan baik dan lancar. Prosesi ritual dan persembahyangan di Element Air (Laut, Sungai, Danau) ini bertujuan untuk menyucikan berbagai sarana upacara serta membersihkan diri dari pengaruh negatif sebelum memasuki Tahun Baru Saka.


Tawur Kasanga dan Pawai Ogoh-Ogoh
Pada 28 Maret 2025, dua acara besar digelar dalam rangkaian perayaan Nyepi :
"Tawur Kasanga", yang berlangsung pukul 12.30 WITA di Perempatan Catus Pata, Kantor Gubernur NTT. Upacara ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan alam dan menyucikan jagat semesta.
"Pawai Ogoh-Ogoh", dimulai pukul 15.00 WITA di lokasi yang sama, Perempatan Catus Pata, Kantor Gubernur NTT. Pawai Ogoh-ogoh, yang melambangkan sifat-sifat buruk manusia, akan diparade / pawai , diarak sebelum akhirnya dibakar sebagai simbol pemurnian dan peleburan (PraLina) energi negatif untuk di seimbangkan (Somya) menjelang Hari Suci Nyepi.
Puncak Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 , Umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian.
Tepat pada 29 Maret 2025, umat Hindu melaksanakan "Catur Brata Penyepian", yang terdiri dari:
1. Amati Gni (tidak menyalakan api),
2. Amati Karya (tidak bekerja),
3. Amati Lelungan (tidak bepergian), dan
4. Amati Lelanguan (tidak menikmati hiburan atau tidak bersenang - senang).
Selama 24 jam, umat Hindu berdiam diri, bermeditasi, dan merefleksikan diri guna mencapai keseimbangan lahir dan batin.
Persiapan Tawur Kasanga dan Pawai Ogoh-Ogoh Sambut Nyepi Tahun Saka 1947 Di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2025.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Nyepi 2025, Bapak I Gusti Ngurah Eka Negara Suantara, mengumumkan bahwa Upacara Tawur Kasanga akan dilaksanakan pada 28 Maret 2025 di Perempatan Catus Pata, Kantor Gubernur NTT, Jalan El Tari, Kota Kupang. Upacara ini akan dipimpin oleh Ida Rsi Agung Nanda Wijaya Kusuma Manuaba dan dimulai tepat pukul 12.30 WITA.
Setelah Tawur Kasanga, umat Hindu akan menggelar Pawai Ogoh-Ogoh di Jalan El Tari. Parade ini juga akan diiringi oleh Canang Sari "Mepeed" dari ibu-ibu WHDI Kota Kupang, serta berbagai tarian Rejang. Pawai Ogoh-Ogoh berwujud Raksasa (Asura) melambangkan enam sifat negatif manusia (Sadripu) yaitu seperti Marah (Krodha), hawa nafsu tak terkendali (Kama), rakus (Lobha), mabuk (Mada), bingung (Moha), dan iri hati (Matsarya). Ogoh-ogoh akan diarak keliling sebelum akhirnya dipralina (Somya) dengan air Tirtha , dihancurkan serta dibawa pulang untuk dibakar sebagai simbol penyucian alam semesta.
Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1947 Di Kota Kupang NTT mengusung Tema "Manawa Sewa, Madhawa Sewa Mewujudkan Indonesia Emas 2045". Tema Nyepi Nasional Tahun 2025 ini menekankan pentingnya pengabdian kepada sesama manusia (Manawa Sewa) sekaligus kepada Tuhan (Madhawa Sewa) sebagai wujud keseimbangan dalam kehidupan.
Upacara Tawur Kasanga di Kota Kupang direncanakan akan dihadiri oleh Bapak Wali Kota Kupang, DPRD Kota Kupang, Forkopimda Kota Kupang, serta camat dan lurah setempat, serta berbagai Tamu Undangan. Diperkirakan, pawai akan diikuti oleh Lima (5) Ogoh-Ogoh besar berwujud Raksasa (Asura) serta beberapa ogoh-ogoh kecil yang melibatkan seluruh umat Hindu Kupang dari 19 tempekan atau sektor Banjar Dharma Agung Kupang, serta umat Hindu dari Kabupaten Kupang.
Rangkaian Kegiatan berikutnya adalah Upacara Tawur Agung Kesanga dan Pawai Ogoh-Ogoh di Perempatan Kantor Gubernur NTT pada tanggal 28 Maret 2025 jam 13:00-Selesai, di Perempatan Catus Pata Kantor Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur. dan Kemudian Puncak Hari Suci Nyepi, umat Hindu melakukan Catur Brata Penyepian di 29 maret 2025, Penanaman pohon di tanggal 6 April 2025, serta serta Dharma Santi Nyepi di Pertengahan Bulan April 2025.
Penanaman Pohon dan Dharma Santi
Sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan, umat Hindu di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur akan melaksanakan penanaman pohon di areal Krematorium Pura Prajapati Alak Kupang, pada 6 April 2025, sebagai bentuk pelestarian alam dan penghormatan kepada Ibu Pertiwi.
Rangkaian perayaan Nyepi akan ditutup dengan **Dharma Santi**, yang akan diselenggarakan pada pertengahan April 2025. Acara ini menjadi ajang silaturahmi atau SimaKrama umat Hindu untuk memperkuat nilai persaudaraan dan kebersamaan setelah melewati Nyepi.
Dengan berbagai kegiatan ini, umat Hindu di Kota Kupang berharap dapat menyambut Tahun Baru Saka 1947 dengan penuh keberkahan, kedamaian, dan semangat harmoni antarumat beragama.(Hindukupang/KGun)
Sumber dan Foto : Hindukupang.com / Rygun dan Bli Dewa Putra Utama
Penulis dan Editor : Guntara
Baca Juga : Upacara Melasti 2025 Umat Hindu Kupang Gelar Ritual Penyucian Sambut Datangnya Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947
Baca Juga Perayaan Nyepi Tahun 2024 : Ribuan Umat Hindu Kupang Upacara Tawur Kasanga dan Pawai 12 Ogoh-Ogoh Sambut Nyepi Tahun Baru Saka 1946 dalam Semangat "Sat Cit Ananda untuk Indonesia Jaya"
Baca Juga Perayaan Nyepi Tahun 2023 : Ribuan Umat Hindu Kupang Melakukan Upacara Tawur Kasanga dan Parade Ogoh-Ogoh di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Sambut Hari Suci NYEPI Tahun Saka 1945 Dalam Nuansa "Semangat Maharddhika Semangat Merdeka"
Baca Juga Perayaan Nyepi Tahun 2018 : Pawai Ogoh - Ogoh Nyepi 1940 Çaka di Kupang NTT 2018
Baca Juga Perayaan Nyepi Tahun 2017 : Ogoh-Ogoh NYEPI 1939 Saka di Kupang NTT
- Details
- Written by Admin
- Category: Kegiatan
- Published: 27 March 2025
- Hits: 1026
Upacara Melasti 2025 Umat Hindu Kupang Gelar Ritual Penyucian Sambut Datangnya Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947

Upacara Melasti Umat Hindu di Kota Kupang, NTT 26 Maret 2025, Penyucian Pralingga Sambut Nyepi Tahun Baru Saka 1947 (Foto : Hindukupang.com)
Hindukupang.com - NTT, Umat Hindu di Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur, menggelar Upacara Melasti pada Hari Rabu 26 Maret 2025 , Jam 15:00 WITA di Pura Manik Segara, Oebanantha. Wujud syukur pada ParaHyangan dalam Upacara Melasti yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 ini diikuti oleh berbagai Pralingga dari Pura-Pura Hindu yang tersebar di Kota Kupang maupun juga Pura Hindu dari Kabupaten Kupang.
Melasti merupakan ritual penyucian berbagai sarana dan prasarana upacara Hindu, termasuk Pralingga "Daksina Linggih", Payung Suci Pajeng Putih Kuning, Kober, Senjata Dewata Nawa Sanga, serta perlengkapan upakara suci lainnya. Prosesi ini bertujuan untuk membersihkan dan mensucikan perlengkapan tersebut sebelum memasuki Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 pada 29 Maret 2025.
Prosesi Upacara Melasti di Pura Manik Segara Sambut Nyepi Tahun Saka 1947 Di Kota Kupang Provinsi NTT
Upacara Melasti dapat dilakukan di berbagai sumber mata air seperti pantai, laut, sungai, atau danau. Di Kupang, prosesi ini dipusatkan di Pura Manik Segara, Oebanantha, yang terletak di Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang Provinsi NTT. Sejumlah Pura yang turut serta dalam upacara ini antara lain Pura Agung Giri Kertha Bhuwana Kolhua, Pura Mandhita Sekolah Polisi Negara (SPN), Pura Luhur Akasha TNI AU Airport Angkasa Pura El Tari, Pura Wira Tirtha Yudha TNI AD Kuanino, Pura Mandala Natha TNI AL Alak, Pura Prajapati Alak dan Pura Satria Dharma Yuda di areal Kompi 743 Benteng, serta Juga Pura Hindu dari Kabupaten Kupang yaitu Pura Agung Wira Adityanantha Naibonat, dan Pura Satria Wana Giri Nantha di Brigif.
Upacara yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 19.30 WITA ini dipimpin oleh Jero Gde Dwija I Dewa Ketut Alit Suasthama, serta dihadiri oleh Ida Bhawati I Made Suaba Aryanta dan para Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Wilayah Provinsi NTT.

Rangkaian upacara diawali dengan prosesi Mecaru, dilanjutkan dengan pengambilan air suci (Tirtha) ke tengah laut menggunakan perahu. Sesajen dan pekelem berupa persembahan suci ayam hitam dan bebek hitam juga dihaturkan kepada Dewa Baruna, penguasa lautan. Air suci kemudian dipercikkan ke seluruh Pralingga dan perlengkapan upacara, termasuk tedung, kober, dan senjata Dewata Nawa Sanga, sebagai simbol penyucian dari berbagai arah penjuru.
Upacara Melasti ini dihadiri oleh sejumlah tokoh Hindu di NTT, di antaranya Ketua PHDI Provinsi NTT, Dr. Wayan Darmawa, Ketua PHDI Kota Kupang, dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra, M.Si, serta Ketua PHDI Kabupaten Kupang, Ida Bhawati Ir. I Made Suaba Aryanta, MP. Hadir pula Ketua Banjar Dharma Agung Kupang, Gede Aryabawa, Ketua Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korwil NTT, Pinandita Ir. I Made Suparta, MT, Ketua Organisasi dan Lembaga Hindu Lainnya, serta berbagai ketua pengempon pengurus pura di Kota Kupang.

Kolase Foto Upacara Melasti Umat Hindu di Kota Kupang, NTT 26 Maret 2025, Penyucian Pralingga Sambut Nyepi Tahun Baru Saka 1947 (Foto : Hindukupang.com)
Pada pukul 18.00 WITA, seluruh Pralingga dikembalikan ke Utama Mandala Pura Oebanantha. Umat Hindu kemudian melaksanakan persembahyangan bersama melalui Puja Tri Sandhya, Kramaning Sembah, serta ritual nunas Tirtha Amertha (air suci) dan Bija (benih beras suci). Kemudian semua Pralingga Kembali ke Pura masing-masing, dan untuk Pura Oebananta dan Pura Agung Giri Kertha Bhuwana dilakukan Nyejer selama 2 hari serta ada Pakemitan. Prosesi ini menandai selesainya penyucian spiritual sebelum memasuki Tahun Baru Saka 1947.


Persiapan Tawur Kasanga dan Pawai Ogoh-Ogoh Sambut Nyepi Tahun Saka 1947 Di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2025.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Nyepi 2025, Bapak I Gusti Ngurah Eka Negara Suantara, mengumumkan bahwa Upacara Tawur Kasanga akan dilaksanakan pada 28 Maret 2025 di Perempatan Catus Pata, Kantor Gubernur NTT, Jalan El Tari, Kota Kupang. Upacara ini akan dipimpin oleh Ida Rsi Agung Nanda Wijaya Kusuma Manuaba dan dimulai tepat pukul 12.30 WITA.
Setelah Tawur Kasanga, umat Hindu akan menggelar Pawai Ogoh-Ogoh di Jalan El Tari. Parade ini juga akan diiringi oleh Canang Sari "Mepeed" dari ibu-ibu WHDI Kota Kupang, serta berbagai tarian Rejang. Pawai Ogoh-Ogoh berwujud Raksasa (Asura) melambangkan enam sifat negatif manusia (Sadripu) yaitu seperti Marah (Krodha), hawa nafsu tak terkendali (Kama), rakus (Lobha), mabuk (Mada), bingung (Moha), dan iri hati (Matsarya). Ogoh-ogoh akan diarak keliling sebelum akhirnya dipralina (Somya) dengan air Tirtha , dihancurkan serta dibawa pulang untuk dibakar sebagai simbol penyucian alam semesta.
Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1947 Di Kota Kupang NTT mengusung Tema "Manawa Sewa, Madhawa Sewa Mewujudkan Indonesia Emas 2045". Tema Nyepi Nasional Tahun 2025 ini menekankan pentingnya pengabdian kepada sesama manusia (Manawa Sewa) sekaligus kepada Tuhan (Madhawa Sewa) sebagai wujud keseimbangan dalam kehidupan.
Upacara Tawur Kasanga di Kota Kupang direncanakan akan dihadiri oleh Bapak Wali Kota Kupang, DPRD Kota Kupang, Forkopimda Kota Kupang, serta camat dan lurah setempat, serta berbagai Tamu Undangan. Diperkirakan, pawai akan diikuti oleh Lima (5) Ogoh-Ogoh besar berwujud Raksasa (Asura) serta beberapa ogoh-ogoh kecil yang melibatkan seluruh umat Hindu Kupang dari 19 tempekan atau sektor Banjar Dharma Agung Kupang, serta umat Hindu dari Kabupaten Kupang.
Rangkaian Kegiatan berikutnya adalah Upacara Tawur Agung Kesanga dan Pawai Ogoh-Ogoh di Perempatan Kantor Gubernur NTT pada tanggal 28 Maret 2025 jam 13:00-Selesai, di Perempatan Catus Pata Kantor Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur. dan Kemudian Puncak Hari Suci Nyepi, umat Hindu melakukan Catur Brata Penyepian di 29 maret 2025, Penanaman pohon di tanggal 6 April 2025, serta serta Dharma Santi Nyepi di Pertengahan Bulan April 2025.
Dengan rangkaian upacara Hindu yang berlangsung khidmat, umat Hindu di Kota Kupang berharap dapat memasuki Datangnya Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 pada 29 Maret 2025 nanti dengan "Catur Brata Penyepian" serta hati yang bersih dan suci.(Hindukupang/Kgun)
Sumber Foto : Hindukupang.com
Penulis dan Editor : Guntara
Foto dan Video GoogleDrive Upacara Melasti , Sumber Bli Dewa Putra Utama, Kunjungi Disini.


Kolase Foto Upacara Melasti Umat Hindu di Kota Kupang, NTT 26 Maret 2025, Penyucian Pralingga Sambut Nyepi Tahun Baru Saka 1947 (Foto : Hindukupang.com)
Baca Juga Perayaan Nyepi Tahun 2024 : Ribuan Umat Hindu Kupang Upacara Tawur Kasanga dan Pawai 12 Ogoh-Ogoh Sambut Nyepi Tahun Baru Saka 1946 dalam Semangat "Sat Cit Ananda untuk Indonesia Jaya"
Baca Juga Perayaan Nyepi Tahun 2023 : Ribuan Umat Hindu Kupang Melakukan Upacara Tawur Kasanga dan Parade Ogoh-Ogoh di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Sambut Hari Suci NYEPI Tahun Saka 1945 Dalam Nuansa "Semangat Maharddhika Semangat Merdeka"
Baca Juga Perayaan Nyepi Tahun 2018 : Pawai Ogoh - Ogoh Nyepi 1940 Çaka di Kupang NTT 2018
Baca Juga Perayaan Nyepi Tahun 2017 : Ogoh-Ogoh NYEPI 1939 Saka di Kupang NTT
- Details
- Written by Admin
- Category: Kegiatan
- Published: 26 March 2025
- Hits: 1117
Sambut Nyepi Tahun Saka 1947 Umat Hindu Kota Kupang NTT Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan Dalam Semangat "Manawa Sewa, Madhawa Sewa"

Sambut Nyepi Tahun Baru Saka 1947, Panitia Nyepi Hindu Kota Kupang Gelar Donor Darah (Foto : Hindukupang.com)
Hindukupang.com - NTT, Dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947, Panitia Nyepi Hindu di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar kegiatan donor darah. Acara ini berlangsung pada 23 Maret 2025 jam 09:00-12:45 WITA di Aula Serbaguna Pura Oebananta, Kelurahan Fatubesi Kecamatan Kota Lama , Kota Kupang, Provinsi NTT dengan antusiasme tinggi dari ratusan umat Hindu dan juga masyarakat.
Dari sekitar 70 peserta yang menjalani proses skrining jumlah Hb (Hemoglobin) serta tekanan darah (Hipertensi dan Hipotensi), sebanyak 66 pendonor berhasil memenuhi syarat dan menyumbangkan darahnya. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial umat Hindu dalam menyambut Nyepi dengan semangat berbagi dan menebar kebaikan bagi sesama.
Berdasarkan wawancara media Hindukupang.com serta data yang diperoleh dari panitia Donor Darah, Ibu Dokter Santi Dewi mengatakan, total kantong darah yang berhasil dikumpulkan mencapai 66 kantong. Rinciannya, golongan darah A sebanyak 7 kantong, golongan darah B sebanyak 24 kantong, golongan darah O sebanyak 31 kantong, dan golongan darah AB sebanyak 4 kantong.
Ketua Panitia Nyepi Kota Kupang 2025 Bapak I Gusti Ngurah Eka Negara Suantara menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan donor darah ini. Menurutnya, aksi sosial ini tidak hanya bermanfaat bagi penerima darah, tetapi juga menjadi wujud nyata implementasi ajaran dharma dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami bersyukur atas tingginya antusiasme umat Hindu di Kota Kupang dalam kegiatan donor darah ini. Semoga kebaikan yang diberikan hari ini dapat menjadi berkah bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Selain sebagai bagian dari rangkaian perayaan Nyepi, kegiatan donor darah ini juga mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas di tengah masyarakat. Umat Hindu di Kota Kupang berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang terus dilakukan setiap tahun.


Salah satu pendonor, yang diwawancara MC acara Donor Darah I Komang Wirna, yaitu Bapak I Wayan Nampa,SP,MP mengungkapkan kebanggaannya bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia menilai donor darah merupakan salah satu cara sederhana namun sangat berarti untuk membantu orang lain.
Begitupun sdr.Guntara,SKM (Forum Alumni KMHDI) saat mendonorkan darahnya mengatakan “Setetes darah yang kita berikan mungkin bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Ini adalah bentuk nyata dari ajaran kasih dan kepedulian, serta Pawongan dalam ajaran Hindu Tri Hita Karana yaitu Hubungan manusia dengan sesama manusia dalam kemanusiaan” katanya.



Sementara itu, panitia mengajak masyarakat luas, tidak hanya umat Hindu, untuk turut serta dalam aksi kemanusiaan semacam ini. Mereka berharap ke depannya jumlah pendonor dapat meningkat, sehingga lebih banyak nyawa yang bisa tertolong.
Sebagai bagian dari refleksi menyambut Nyepi, kegiatan ini mengingatkan pentingnya berbagi dan menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran. Turut Hadir dalam kegiatan Donor Darah Nyepi 2025 ini yaitu : Ketua PHDI Kota Kupang, Ketua WHDI Provinsi NTT , Ketua Banjar Dharma Agung Kupang, Ketua WHDI Kota Kupang, Ketua Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT, Peradah Kupang NTT , Forum Alumni KMHDI NTT, ketua Pura Ramah Anak Pura Oebananta , serta Masyarakat kupang yang antusias dengan Aksi Sosial Donor Darah untuk Kemanusiaan yang dilaksanakan oleh Panitia Nyepi umat Hindu di Kota Kupang.
Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 yang dirayakan umat Hindu tahun 2025 ini mengusung tema "Manawa Sewa, Madhawa Sewa Mewujudkan Indonesia Emas 2045." Tema ini mengandung makna mendalam tentang pentingnya pengabdian kepada sesama manusia sekaligus kepada Tuhan, sebagai wujud keseimbangan dalam kehidupan.
Dalam filosofi Hindu, Manawa Sewa berasal dari kata manawa (manusia) dan sewa (pelayanan atau pengabdian), yang menekankan nilai ketulusan dalam melayani sesama. Sementara itu, Madhawa Sewa merupakan perpaduan kata madhawa (Tuhan, kekuatan rohani, aspek vertikal) dan sewa (pengabdian), yang bermakna pelayanan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa.

Adapun Berbagai Rangkaian Acara sambut Hari Suci Nyepi 1947 Saka di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur diantaranya adalah :
Pembagian Makanan "Saka Boga Sevanam" BerDharma melalui Pemberian Makanan pada 22 Maret 2025, jam 17:00WITA, yang berlokasi di Mesjid Nurul Hidayah Kelapa Lima Kota Kupang, (Foto Kunjungi Disini),
Donor Darah 23 maret 2025, Upacara Melasti Di Pura Manik Segara Pura Oebananta Kupang 26 Maret 2025 jam 13:00wita, Kemudian Upacara Tawur Agung Kesanga dan Pawai Ogoh-Ogoh di Perempatan Kantor Gubernur NTT tanggal 28 Maret 2025 jam 13:00-Selesai.
Puncak Hari Suci Nyepi, Catur Brata Penyepian 29 maret 2025, Penanaman pohon di tanggal 6 April 2025, serta serta Dharma Santi Nyepi di Pertengahan Bulan April 2025.
Sejalan dengan pesan yang digaungkan sambut Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1947 pada 28 Maret 2025 nanti, aksi Donor Darah Umat Hindu Kupang pada hari ini (23 Maret 2025) bisa turut berkontribusi kepada Kemanusiaan di Kota kupang dan Masyarakat Nusa Tenggara Timur. Resep dan Resapilah, Semoga bermanfaat, karena berbagi kebaikan selalu membawa keberuntungan.”(Hindukupang/RyGuN).
Sumber Foto : K'Gun / Hindukupang.com
Sumber Video oleh Bli Dewa Putra Utama : Video Suasana Donor Darah Sambut Nyepi Tahun Baru Saka 1947 Umat Hindu di Kota Kupang NTT, Kunjungi Disini.



- Details
- Written by Admin
- Category: Kegiatan
- Published: 23 March 2025
- Hits: 1089
Lokasabha XV Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT , Kesetiaan Dharma Menciptakan Karya Yang Nyata Dan Berkelanjutan "Satya Dharma Cipta Karya Abhirama"

Ketua Mahasiswa Hindu PD.KMHDI NTT Periode 2024-2026, sdr.I Putu Eka Saputra dalam LOKASABHA XV PD.KMHDI Provinsi Nusa Tenggara Timur
Hindukupang.com - NTT, Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD.KMHDI) Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan LOKASABHA XV pada 31 Agustus - 1 September 2024 di Aula Jayaphita Guesthouse, Kota Kupang Provinsi NTT. Lokasabha ini adalah kongres dan musyawarah pergantian kepengurusan KMHDI di tingkat Provinsi dari bagian Kaderisasi KMHDI sebagai Organisasi Mahasiswa Hindu Tingkat Nasional.
Acara LOKASABHA XV PD.KMHDI NTT yang berlangsung 2 hari ini, turut hadir berbagai tamu undangan, Ketua PD.KMHDI NTT 2022-2024, para mahasiswa-mahasiswi Hindu KMHDI di Kupang dan NTT, Forum Alumni KMHDI NTT, serta dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat KMHDI (PP.KMHDI) yaitu sdr.I Wayan Darmawan. Dalam Sambutannya I Wayan Darmawan mengungkapkan regenerasi dan kaderisasi kepemimpinan PD.KMHDI NTT setiap 2 tahun ini sangat penting dilakukan dan menjadi proses setiap kader dalam menempa diri untuk belajar memperkuat nilai dan jati diri KMHDI. Sebagai kader Mahasiswa - Mahasiswi Hindu Adapun Nilai dan jati Diri KMHDI yaitu diantaranya :
Religiusitas KMHDI : Mewujudkan Dharma dalam Kehidupan Sosial
Religiusitas bagi anggota Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) merupakan perwujudan nyata dari Dharma agama dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Nilai-nilai religiusitas ini diterapkan dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip agama yang universal, tanpa berupaya membentuk masyarakat yang berlandaskan satu agama tertentu. Sebagai bagian dari komitmen ini, anggota KMHDI diharapkan menguasai pengetahuan agama Hindu secara mendalam, sembari tetap membuka diri untuk mengkaji ulang nilai-nilai dasar dan praktik keagamaan yang ada di masyarakat Hindu dengan kritis. Religiusitas juga mencerminkan kepedulian yang tinggi terhadap agama Hindu, yang menjadi fondasi spiritual dan moral bagi setiap anggota dalam menjalankan hak dan kewajiban sosial mereka.
Humanisme KMHDI : Menghargai Kemanusiaan Berdasarkan Prinsip Atman
Humanisme dalam KMHDI berakar pada kesadaran bahwa setiap manusia adalah percikan dari Tuhan, di mana sifat-sifat ketuhanan yang sama terdapat dalam setiap individu, sebagaimana termaktub dalam konsep Atman. Prinsip Tat Twam Asi mengajarkan anggota KMHDI untuk melihat sesama manusia sebagai cerminan dirinya sendiri, yang menuntun pada sikap untuk membantu dan peduli terhadap sesama, bukan sekadar tidak mengganggu. Nilai humanisme ini menggerakkan anggota untuk berperan aktif dalam menyikapi masalah-masalah kemanusiaan yang ada, menjadikannya sebagai wujud nyata dari kepedulian terhadap seluruh umat manusia, melampaui batasan-batasan agama, suku, dan bangsa.

Nasionalisme KMHDI : Menjalankan Dharma Negara dengan Solidaritas dan Tanggung Jawab
Nasionalisme yang dipegang oleh anggota KMHDI adalah bentuk nyata dari pelaksanaan Dharma negara. Nasionalisme ini tumbuh dari rasa solidaritas yang mendalam dengan sesama saudara sebangsa, serta sikap saling menghormati dengan bangsa lain. Anggota KMHDI memaknai nasionalisme sebagai rasa memiliki terhadap bangsa, yang membawa tanggung jawab untuk turut menjaga kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Dalam kerangka ini, anggota menolak segala bentuk masyarakat yang eksklusif berdasarkan primordialitas atau sektarianisme, dan berkomitmen untuk aktif berpartisipasi dalam pembentukan dan penguatan negara bangsa yang inklusif dan berkeadilan.
Progresifitas KMHDI : Menjadi Pelopor Perubahan
Anggota KMHDI diharapkan untuk selalu berada di garis terdepan sebagai manusia yang progresif, siap menerima perubahan, serta menjadi pionir dalam memprakarsai perubahan yang diyakini dapat memperbaiki kondisi. Dalam konteks KMHDI, progresifitas berarti anggota harus terus berinovasi, melahirkan ide-ide baru, melaksanakan ide-ide tersebut, dan siap menjalani proses dialektika untuk menyempurnakannya. Sikap ini menegaskan komitmen KMHDI untuk tidak hanya menunggu perubahan terjadi, tetapi juga aktif menciptakan perubahan yang positif dan konstruktif bagi masyarakat dan bangsa.

Foto Bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP.KMHDI) sdr. I Wayan Darmawan (Kiri), Demisioner Ketua PD.KMHDI NTT Periode 2022-2024 I Gede Agus Parama Natha (Kanan), dan Ketua PD.KMHDI NTT Terpilih Periode 2024-2026 sdr. I Putu Eka Saputra (Tengah) , serta Demisioner Sekretaris PD.KMHDI NTT 2022-2024 sdr.Made Sindhu Jaya Purusa, di Jayaphita Guesthouse, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, tanggal 31 Agustus-1 September 2024. (Sumber Foto grup wa : Hindukupang)
Menurut Ketua Panitia Pelaksana Lokasabha XV Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu sdri.Ni Nyoman Nikita Sumartiani mengungkapkan Tema dalam Lokasabha XV Mahasiswa Hindu PD KMHDI NTT adalah Kesetiaan Dharma Menciptakan Karya Yang Nyata Dan Berkelanjutan yaitu "Satya Dharma Cipta Karya Abhirama".
Ketua Demisioner PD.KMHDI NTT Periode 2022-2024 sdr.I Gede Agus Parama Natha mengucapkan terima kasih atas segala dukungan dan support dari berbagai pihak dalam mendukung kegiatan KMHDI di Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan dalam melaksanakan tugas sebagai ketua PD.KMHDI NTT 2022-2024.
Dalam acara Lokasabha XV , pantauan hindukupang.com, Ketua Terpilih Mahasiswa Hindu PD.KMHDI Provinsi NTT periode 2024-2024 sdr. I Putu Eka Saputra mengungkapkan siap melakukan kerja yang Efisien, Kolaboratif dan Amanah (disingkat EKA), dan menjelang usia organisasi KMHDI ke 31 tahun pada tanggal 3 September 1993-2024 , KMHDI semakin membawa Semangat "Transformasi Paradigma Bangsa, Menuju Nusantara Baru."

Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) adalah organisasi kemahasiswaan yang didirikan pada tahun 1993 sebagai wadah bagi mahasiswa Hindu di Indonesia. KMHDI bertujuan untuk mengembangkan potensi mahasiswa Hindu, memperjuangkan hak-hak dan kepentingan mereka, serta berperan aktif dalam pembangunan nasional dengan berlandaskan ajaran Hindu Dharma. Organisasi ini juga fokus pada pembinaan moral dan intelektual anggotanya, serta mempererat persaudaraan antar mahasiswa Hindu di seluruh Indonesia.
KMHDI sebagai Organisasi Mahasiswa-Mahasiswi Hindu tingkat Nasional berperan sebagai jembatan antara mahasiswa Hindu dengan masyarakat luas, serta berfungsi sebagai sarana pengembangan diri bagi anggotanya agar dapat berkontribusi secara positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta mengemban Tugas Dharma Agama dan Dharma Negara. Maka sebagai Alumni dan para Kader KMHDI seluruh Indonesia Kejarlah Prestasi Di Segala Bidang, Abdikan Kreasi Untuk Ibu Pertiwi, Hyang Widhi Merestui Karma Yoga ini, Satyam Eva Jayate, Jaya.(Hindukupang.com/Kgun)

- Details
- Written by Admin
- Category: Kegiatan
- Published: 04 September 2024
- Hits: 1405




































































.jpg)









